ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Catat, Ini Aturan Baru Teknis Perjalanan Darat, Laut, Dan Udara Selama PPKM Darurat

Contraflow Diberlakukan di Tol Jagorawi KM 46+500 untuk Kendaaraan Arah Sukabumi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (03/07/2021). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan peraturan teknis perjalanan darat, laut, dan udara selama PPKM Darurat yang diberlakukan mulai hari ini hingga 20 Juli 2021.

“Kemenhub sudah menerbitkan beberapa surat edaran untuk sektor darat, laut, udara, dan kereta api. Pemberlakuan akan dimulai pada 5 Juli 2021 dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi operator untuk mempersiapkan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers virtual, Jumat (02/07/2021).

Adapun untuk aturan teknis perjalanan berdasarkan pada Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021 yang berlaku efektif 3 Juli lalu.

Petunjuk teknis penyelenggaraan transportasi dengan kriteria dan persyaratan salah satunya, untuk perjalanan jarak jauh dari/menuju Jawa dan Bali harus menunjukkan kartu vaksin, minimal dosis pertama, dan hasil tes PCR 2×24 jam atau antigen 1×24 jam.

Pengetatan mobilitas di Jawa dan Bali dilakukan degan mengharuskan pelaku perjalanan memiliki sertifikat vaksin, hasil RT PCR 2×24 jam, tes antigen yang berlaku maksimal 1×24 jam untuk moda laut, darat, penyeberangan, dan kereta api jarak jauh.

“Khusus untuk moda udara syarat pelaku perjalanan wajib memiliki sertifikat vaksin dan wajib tes RY-PCR yang berlaku maksimal 2×24 jam di wilayah Jawa dan Bali.

Akan tetapi, sertifikat vaksin tidak menjadi mandatori untuk syarat pergerakan mobilitas di luar Jawa dan Bali. Kemudian, pengeculian juga diberian bagi mereka yang dikecualikan menerima vaksin karena alasan medis pada periode dilakukan perjalanan.

Selain itu, penumpang diwajibkan mengisi Electronic-HealthAlert Card (e-HAC) atauKartuKewaspadaan Kesehatan selama melakukan perjalanan saat PPKM darurat.

Kemenhub bakal memangkas kapasitas angkut moda transportasi. Rinciannya, untuk angkutan udara, turun dari 100 persen menjadi 70 persen. Kemudian, darat dari 85 persen menjadi 50 persen, penyeberangan dari 85 persen menjadi 50 persen, laut dari 100 persen menjadi 70 persen.

Kapasitas penumpang angkutan perkeretaapian KRL dipangkas dari 45 persen menjadi 32 persen. Sedangkan, kapasitas kereta api antarkota dan KA perkotaan non KRL maksimal tetap 70 persen dan 50 persen.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pesan Mbak You ke Denny Darko Sebelum Meninggal Dunia

Read Next

Sabotase Zionis Menutup 90 Persen Pabrik di Gaza