ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Rektor UI Rangkap Dua Jabatan, Donal: Bertentangan dengan Statuta UI

Rektor UI Rangkap Dua Jabatan, Donal: Bertentangan dengan Statuta UI

Konfirmasitimes.com-Jakarta (29/06/2021). Berbagai macam kritikan terus dilayangkan kepada Rektor UI (Universitas Indonesia) yang merangkap jabatan.

Anggota DPR RI Fadli Zon mengatakan Ari Kuncoro merangkap jabatan menjadi komisaris BUMN.

Fadli menilai banyaknya pejabat yang rangkap jabatan itulah menjadi salah satu penyebab negara bangkrut.

Mengapa demikian, karena, para pejabat itu mendapatkan rangkap pendapatan dari negara.

“Bagaimana tak bangkrut, banyak pejabat rangkap ajabatan dan pendapatan dari negara,” ujar Fadli Zon di akun Twitter miliknya @fadlizon.

Fadli Zon menegaskan rektor UI perlu tegas memilih salah satu jabatan, bukannya merangkap dua jabatan sekaligus.

“Rektor UI pilih salah satu saja mau jadi rektor atau mau jadi komisaris BUMN?” kata Fadli Zon.

Terkait kabar itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) turut buka suara.

Rangkap jabatan itu menjadi polemik lantaran dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI, ada larangan rektor merangkap jabatan di perusahaan BUMN.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek Nizam menyampaikan, pihak Majelis Wali Amanat (MWA) UI yang dapat memberikan keputusan terkait apakah Ari Kuncoro melanggar Statuta UI.

“Tentunya nantinya MWA yang dapat memberikan keputusan tentang hal tersebut, apakah menyalahi statuta atau tidak,” kata Nizam , dalam keterangannya kepada media, Selasa (29/06/2021).

Lebih lanjut, kata dia, hasil rekomendasi dari MWA UI akan diberikan kepada Kemendikbud Ristek untuk ditindaklanjuti.

“MWA mengusulkan ke Kemdikbud Ristek,” katanya.

Dijelaskan oleh Nizam, UI adalah perguruan tinggi negeri yang berstatus badan hukum publik yang otonom.

Jadi Nizam menilai terkait pengawasan hingga pengelolaan UI adalah kewenangan MWA.

“Sebagai PTN BH otonomi lebih luas sesuai statutanya. Badan tertingginya adalah MWA,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan, nama Rektor Ari Kuncoro menjadi perhatian setelah disebut menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama di sebuah bank BUMN.

Sementara itu, Pegiat antikorupsi Donal Fariz dalam akun Twitter-nya, Minggu (27/06/2021) mengungkapkan Rektor UI Ari Kuncoro saat ini juga memiliki jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama BRI.

“Rektor UI, Prof Ari Kuncoro itu Wakil Komisaris Utama BRI. Sebelumnya Komut BNI,” tulis Donal.

Dilain kesempatan, Donal mengatakan, ada aturan yang melarang rektor merangkap jabatan sebagai pejabat BUMN.

Hal itu tertuang dalam Pasal 35 huruf C, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI.

Menurutnya, Ari Kuncoro yang memiliki jabatan sebagai Rektor UI dan Wakil Komisaris BUMN tersebut sudah bertentangan dengan Statuta UI.

“Tindakan Rektor yang merangkap sebagai Wakil Komisaris BRI tentu bertentangan dengan Statuta UI,” kata Donal dalam keterangannya kepada media, Senin (28/06/2021).

Adapun profil Rektor UI, Profesor Ari Kuncoro, diantaranya adalah sebagai berikut.

Lulusan Universitas Dalam dan Luar Negeri

Prof. Ari Kuncoro lulus dari Fakultas Ekonomi (FE) UI pada tahun 1986 lalu. Saat kuliah, konsentrasi yang dipilih adalah bidang ekonomi moneter dengan judul skripsi “Prospect of Deficit Financing in Indonesia: A Simulation Study Using Macro Econometric Model”.

Setelahnya, pria kelahiran Jakarta ini menyelesaikan gelar master pada tahun 1990 dengan konsentrasi Development Economics di University of Minnesota, Amerika Serikat (AS).

Ia kemudian menamatkan gelar S3 di bidang ekonomi dari Brown University pada tahun 1994 silam. Konsentrasi yang diambil semakin terfokus, yaitu pada Urban Economics, Industrial Organization and Applied Micro Econometrics.

Menjadi Rektor Selama 3 Tahun

Pria kelahiran tahun 1962 ini terpilih menjadi Rektor UI pada tahun 2019. Ia berhasil menyingkirkan dua kandidat lainnya, yakni Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris dan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH, SpOG(K).

Prof Ari mengantongi 16 suara dari total 23 suara. Sedangkan, Abdul Haris yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas FMIPA UI, hanya mendapat 7 suara. Sementara, Budi Wiweko tak memeroleh suara sama sekali.

Dewan Komisaris BUMN

Selain menjabat sebagai Rektor UI, ternyata Ari juga aktif dalam sejumlah organisasi lain. Salah satunya adalah masuk dalam susunan Dewan Komisaris Utama Bank Negara Indonesia (BNI).

Dia diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BNI pada 2 November 2017.

Setelahnya, ia didapuk sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia berdasarkan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI sejak 18 Februari 2020.

Karier Mulus

Dalam perjalanan kariernya, Ari sudah banyak mengabdikan diri di berbagai lembaga.

Setelah memperoleh gelar doktor, Ari kembali ke tanah air dan mulai menjalani kariernya sebagai peneliti di LPEM-FEUI, sejak tahun 1994 hingga saat ini.

Ari juga sempat menjadi pembantu dekan bagian akademik FEUI pada 1998. Selain itu, dia juga pernah menjadi sekretaris di program pasca sarjana FEUI, pada tahun 1996.

Tak hanya itu, Ari juga sempat menjabat sebagai Dekan FEB UI.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, tak heran jika Ari juga sempat menjadi dosen tamu di berbagai universitas dunia.

Hingga saat ini, Ari masih aktif mengajar beberapa mata kuliah di FE UI seperti Makroekonomi, Mikroekonomi.

Selain itu, Ari juga menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas dunia, seperti Brown University, National Buereau of Economic Research (NBER), dan National Science Foundation (NSF) di AS.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Presiden Afrika Selatan Dijatuhi Hukuman 15 Bulan Pendara

Read Next

Motivator Forbes Ini Berhasil Ciptakan Jamban Sehat