ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
16 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Penurunan Populasi Anak Jepang Selama 40 Tahun Berturut-turut

Ciri-ciri Anak dengan Kondisi Stunting

Konfirmasitimes.com-Jakarta (28/06/2021). Menurut statistik Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang dari perkiraan tahunan populasi anak, pada akhir 31 Maret tahun ini / 11 April 1400 / populasi Jepang di bawah 15 tahun berkurang 190 ribu menjadi 14,93 juta orang (7,28 juta anak perempuan dan 7,65 juta anak laki-laki), yang telah menurun selama 40 tahun berturut-turut.

Sebagaimana diberitakan media internasional, Populasi anak-anak Jepang terus menurun sejak 1982 dan sekarang berada pada titik terendah dalam 50 tahun. Populasi berusia 65 tahun ke atas juga melebihi jumlah anak-anak sejak 1995.

Menurut populasi PBB untuk 2019, Jepang memiliki proporsi anak-anak terendah di 33 negara dengan lebih dari 40 juta warga.  

Wabah Corona diperkirakan akan mempercepat tren penurunan ini di Jepang dengan semakin mengurangi tingkat kelahiran yang saat ini rendah.

Pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk pembentukan lembaga khusus anak untuk mengatasi masalah mereka.

Di sisi lain, hasil sensus terakhir di Jepang menunjukkan penurunan 0,7% dari populasi negara itu dalam periode 5 tahun dari 2015 hingga 2020. Hasil ini menunjukkan bahwa penduduk Jepang per 1 Oktober 2020 sebesar 126 juta 226 ribu 568 jiwa.

Angka ini mengalami penurunan lebih dari 868 ribu orang dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2015. Pada 2015, populasi Jepang menurun untuk pertama kalinya sejak sensus dimulai pada 1920.

Pejabat kementerian mengatakan perlambatan ini disebabkan oleh peningkatan jumlah orang asing yang tinggal di Jepang. Mereka mengatakan banyak orang Jepang juga telah kembali dari luar negeri karena epidemi Corona.

Populasi meningkat di 9 dari 47 provinsi di Jepang. Peningkatan populasi terbesar terjadi di Tokyo, sebesar 549.000, atau 4,1 persen.

Jumlah rumah tangga di Jepang adalah 55,72 juta. Jumlah ini sekitar 2,27 juta rumah tangga lebih banyak dari sensus sebelumnya, yang menunjukkan kelanjutan dari tren peningkatan sebelumnya.

Jumlah orang di setiap rumah tangga menurun dari 2,38 menjadi 2,27, jumlah terendah yang pernah tercatat. Pejabat Kementerian Dalam Negeri mengatakan angka tersebut menunjukkan lebih banyak orang lanjut usia sekarang hidup sendiri.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Besok Pengumuman Pendaftaran CPNS 2021, Siapkan Persyaratannya

Read Next

Wisata Rasa Baru, Spot Taman Bunga Ditengah Sawah