ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

KH. Ahmad Rukyat, Ulama yang Pernah Dikunjungi Nabi Khidhir as

KH. Ahmad Rukyat, Ulama yang Pernah Dikunjungi Nabi Khidhir as

Konfirmasitimes.com-Jakarta (28/06/2021). KH. Ahmad Rukyat atau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Rukyat Kaliwungu lahir pada 1885.

Mbah Rukyat adalah putra KH. Abdullah Wiryodikromo.

Pada tahun 1932, beliau diamanahi oleh paman beliau, KH. Irfan bin Musa untuk mengasuh Pondok Pesantren APIK Kauman, Kaliwungu.

Pada masa kepemimpinan beliau inilah, Pondok Pesantren APIK bertambah pesat dan maju, karena pada saat itu merupakan masa-masa perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah dimana rumah Pendiri Pondok dijadikan sebagai Posko Palang Merah serta karena semakin bertambahnya santri yang mondok di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu. Diantara ribuan santri KH. Ahmad Rukyat yang menjadi ulama/tokoh masyarakat adalah :

  • KH. Abuya Dimyati (Mbah Dim) Pandeglang, Banten
  • KH. A. Shohibulwafa TA. (Abah Anom), Tasikmalaya
  • KH. Asror Ridwan (Mbah Asror) Kaliwungu, Kendal
  • KH. Dimyati Rois (Mbah Dim) Kaliwungu, Kendal
  • Dan masih banyak lagi santri-santri KH. Ahmad Rukyat yang menjadi ulama besar pada saat beliau mengasuh Pondok Pesantren APIK Kaliwungu.

Pada masa Kepemimpinan KH. Ahmad Rukyat inilah nama Pondok Pesantren Salafi al-Kaumani berubah menjadi Asrama Pelajar Islam Kauman (APIK) Kaliwungu. Perubahan nama tersebut didasarkan pada situasi saat itu dimana pergolakan politik negara dengan munculnya organisasi-organisasi massa seperti Masyumi, Nahdlatul Ulama dan organisasi kepemudaan lain.

Selain itu, sistem pengajaran pondok pesantren yang semula dalam pengajarannya hanya menggunakan metode sorogan dan bandongan, ditambah dengan metode klasikal. Beliau juga pernah menjadi salah satu Mursyid Thariqah di Wilayah Kabupaten Kendal.

Adapun karomah KH. Ahmad Rukyat yakni pernah dikunjungi Nabi Khidhir as dan konon katanya, salah satu guru beliau adalah Nabi Khidir as.

Ada juga cerita yang sumbernya dari santri beliau, jika mengajar para santri di masjid, suara beliau bisa terdengar beratus-ratus meter jauhnya, padahal beliau tidak memakai mic atau alat pengeras suara apapun dan keadaan beliau pun saat itu sangat sepuh. Ada kisah lain, beliau terbiasa berkomunikasi batin dengan santrinya yang berada di Banten, yaitu KH. Abuya Dimyati.

Jika Abuya Dimyati sedang menghadapi suatu kesulitan atau masalah, biasanya Abuya Dimyati langsung berkomunikasi batin dengan beliau. Kemudian masalah yang sedang dihadapi Abuya Dimyati pun tiba-tiba terselesaikan.

Maka, tidak mengherankan bila banyak santri atau masyarakat yang mengatakan bahwa beliau termasuk salah satu Waliyullah. Masih banyak lagi cerita-cerita tentang karomah beliau yang lain.

Teladan

KH. Ahmad Rukyat adalah sosok ulama Kaliwungu yang sangat Tawadhu’ dan Zuhud. Walaupun beliau hidup sederhana, namun beliau dikenal masyarakat sebagai Kiai yang loman (dermawan).

Wafat

KH. Ahmad Rukyat wafat pada hari jum’at ba’da sholat maghrib tanggal rabiul akhir 1388 H atau bertepatan 04 juli 1968 M. Beliau dimakamkan di Jabal Nur (Desa Protomulyo).

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Taliban Tuntut AS Penuhi Kewajibannya Berdasarkan Perjanjian Damai Afghanistan

Read Next

Dahsyat..!! Begini Pembuktian Ilmiah, Energi Supranatural Seperti Gelombang Selular