ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Sepuluh Tahun Buron, Persembunyian Hendra Subrata Berakhir

Sepuluh Tahun Buron, Persembunyian Hendra Subrata Berakhir

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/06/2021). Usai terbukti memalsukan informasi identitas, buronan Hendra Subrata dideportasi dari Singapura. Dan kini telah sampai di Indonesia dengan memakai kursi roda.

Hendra Subrata, Sabtu (26/06/2021) pukul 18.45WIB diterbangkan dari Singapura ke Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia GA 837.

Berdasarkan informasi yang dihimpun konfirmasitimes.com, setibanya di Tanah Air, Hendra terlihat mengenakan rompi berwarna oranye juga memakai topi juga memakai masker dan kacamata. Dari bandara, Hendra bakal dibawa ke Kejaksaan Agung RI.

Sebagaimana diketahui, persembunyian Hendra mulai terungkap saat dirinya hendak mengurus perpanjangan paspor di Singapura.

Tepatnya berawal dari bulan Februari 2021 Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung dihubungi oleh Atase Kejaksaan pada KBRI Singapura mengatajan ada seseorang WNI yang bernama Endang Rifai (ER) berada di KBRI Singapura, hendak memperpanjang paspornya. Usai Kejagung mengecek identitas Endang Rifai, ternyata sama dengan buron Hendra Subrata alias Anyi.

Selanjutnya Jaksa Agung ST Burhanuddin pada 19 Februari 2021 langsung berkoordinasi dengan Dubes RI di Singapura untuk membantu pemulangan Hendra Subrata ke RI. Sebelumnya Hendra Subrata akan dipulangkan bersama Adelin Lis, buron kasus pembalakan liar, tetapi tidak dilakukan.

“Semula direncanakan pemulangan DPO Terpidana Hendra Subrata alias Anyi alias Endang Rifai dilakukan bersamaan dengan pemulangan buron Terpidana Adelin Lis dengan menggunakan pesawat khusus yang telah dipersiapkan Kejaksaan Republik Indonesia (pesawat carter),” kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Kamis (24/06/2021).

Sekembalinya Hendra ke Indonesia, ia bakal menjalani hukuman pidana empat tahun seperti putusan kasasi Mahkamah Agung.

Hendra terbukti melakukan percobaan pembunuhan pada rekan bisnisnya Hermanto Wibowo. Hendra beberapa kali memukul rekan bisnisnya dengan barbel, sehingga korban mengalami luka dan tak sadarkan diri.

Adapun korban Herwanto Wibowo adalah pebisnis properti. Terpidana Hendra Subrata melakukan percobaan pembunuhan terhadap korban hingga mengalami cacat permanen sekitar Maret 2008.

Sebelumnya pada tahun 2010, Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis Hendra selama empat tahun penjara. Akan tetapi saat akan dieksekusi ia sudah melarikan diri.

Surat daftar pencarian orang (DPO) lalu diterbitkan dari Polda Metro Jaya berdasarkan surat dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat pada 28 September 2011. Selama 10 tahun Hendra menghilang dan tidak pernah menjalani hukumannya.

Keberadaan Hendra Subrata mulai terendus saat dirinya hendak memperpanjang paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Data yang dipakai Hendra untuk perpanjang paspor dengan nama Endang Rifai.

Petugas Atase Imigrasi KBRI Singapura mulai curiga saat Endang Rifai menjalani wawancara dan penelitian berkas. Dirinya mulai gelisah dan marah karena merasa proses wawancara paspornya lama. Ia ingin cepat selesai karena harus menjagai istrinya yang sakit di rumah.

Hendra mengungkapkan, saat istrinya memperpanjang paspor prosesnya bisa lebih cepat. Ketika petugas Atase Imigrasi menanyakan siapa nama istrinya, Hendra menyebutkan nama Linawaty Widjaja.

Dari penelusuran petugas Atase Imigrasi memang didapati nama Linawaty Widjaja, namun nama suami yang dituliskan bukan Endang Rifai melainkan Hendra Subrata. Petugas Atase Imigrasi kemudian mencoba mendalami mengapa nama suami yang dituliskan istrinya bukan atas nama Endang Rifai.

Hendra Subrata mulai merasa bersalah dan mencium gelagat bahwa pemalsuan jati dirinya terungkap. Apalagi ketika kemudian Atase Kepolisian dan Atase Kejaksaan mulai dilibatkan untuk melakukan pendalaman.

Akan tetapi petugas Atase Imigrasi tidak bisa melakukan tindakan karena harus diperiksa silang dengan data yang ada siapa nama asli dari Endang Rifai. Apalagi Hendra Subrata meminta izin pulang karena istrinya yang sakit tidak ada yang menjaga di rumah.

Hendra Subrata diminta untuk datang kembali ke KBRI guna pemeriksaan terkait perpanjangan paspor yang diajukan. Namun ia tidak pernah datang kembali karena tahu persembunyiannya sudah terbongkar.

Hasil cek ulang yang dilakukan Atase Imigrasi dan Atase Kepolisian dengan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kepolisian RI mendapati bahwa Endang Rifai adalah Hendra Subrata yang sudah DPO selama 10 tahun.

Atase Imigrasi kemudian mengirimkan surat kepada Dirjen Imigrasi perihal penundaan pelayanan penggantian paspor atas nama Endang Rifai pada 19 Februari 2021 sambil dilakukan pendalaman terkait permohonan penggantian paspor tersebut. Pada 22 Februari 2021 KBRI Singapura melalui Atase Imigrasi menarik paspor atas nama Endang Rifai.

Atase Imigrasi kemudian menyampaikan laporan adanya orang yang memalsukan paspor kepada Immigration and Checkpoint Authority Singapore atas nama Endang Rifai pada tanggal 1 Maret 2021.

Atas perbuatannya itu, Hendra Subrata alias Anyi alias Endang Rifai merupakan terpidana yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan percobaan pembunuhan terhadap korban Herwanto Wibowo. Hendra Subrata dinyatakan bersalah melanggar Pasal 338 KUHP juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP, dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kajian Kitab Bersama Ustad Harisun Abdul Hadi

Read Next

British Muslim, Sajid Javid Resmi Jadi Menteri Kesehatan Inggris