ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
5 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Perbandingan Rasio Utang Pemerintah Indonesia dari Negara Lain

Catat, Sektor-sektor Ini Bakal Jadi Incaran Investor

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/06/2021). Posisi utang Pemerintah Indonesia pada akhir Mei 2021 berdasarkan laporan dari Kementerian Keuangan telah mencapai Rp 6.418 triliun, dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 40,49 persen. Walaupun posisi utang mengalami kenaikan, tetapi rasio utang terhadap PDB pada Mei lalu tercatat lebih rendah dibanding April 2021 yang sebesar 41,28 persen.

Dengan demikian, Kementerian Keuangan mengklaim rasio utang Pemerintah Indonesia masih relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan negara besar seperti Amerika Serikat dan Jepang. Bahkan dengan negara tetangga di kawasan Asean seperti Thailand, Vietnam, Filipina dan Malaysia saja masih lebih kecil.

“Membandingkan rasio utang dengan Jepang sah-sah saja secara relatif dan sifatnya global. Jika dibandingkan dengan negara sepantaran (peers) pun kondisi Indonesia masih lebih baik, misalnya Thailand, Malaysia, Turki, dan Brazil,” tulis Kementerian Keuangan dalam laman resmi instansi.

Menurut informasi yang disampaikan Trading Economics, Jumat (25/06/2021), rasio utang pemerintah dunia terhadap PDB di masing-masing negara mayoritas memang mengalami kenaikan.

Singapura merupakan negara Asia Tenggara dengan rasio utang terhadap PDB yang terbesar dan terus bertambah, dari sebelumnya 126 persen menjadi 131 persen.

Kemudian Myanmar yang berada di posisi 42,4 persen, Vietnam 46,7 persen, Thailand 50,5 persen, Malaysia 52,7 persen, dan Filipina 53,5 persen.

Untuk lingkup Asia Tenggara, rasio utang pemerintah Indonesia pun terpantau masih tidak sebesar negara lain.

Namun, bukan berarti rasio utang Indonesia jadi yang terendah di kawasan Asean. Kamboja mencatat rasio utang terhadap PDB sebesar 31,5 persen. Sementara Brunei Darussalam jadi salah satu negara dengan rasio utang terkecil di dunia, yakni hanya sekitar 3,2 persen.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Minuman Lezat Ini Meningkatkan Ketajaman Visual

Read Next

Prof. Dr. KH. Ali Yafie, Ulama Sulawesi Pencetak Tokoh Berpengaruh