ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mengenal Trail of Civillization di Candi Borobudur

Candi Borobudur (Borobudur Temple), Indonesia.

Candi Borobudur (Borobudur Temple), Indonesia.

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/06/2021). Trail of Civillization diklaim menghadirkan pola-pola perjalanan di sekitar kawasan Candi Borobudur yang disusun berdasarkan relief yang terdapat di dinding candi. Di mana, relief-relief ini menggambarkan peradaban kehidupan masyarakat sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha di Tanah Jawa.

Jadi, dapat meningkatkan kualitas pengalaman berwisata bagi wisatawan dengan mengedepankan unsur edukasi, entertainment, dan diperkuat dengan storytelling pada setiap aktivitasnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, juga mengikuti rangkaian kegiatan Trail of Civillization, dengan tema Ancient Kingdom: Borobudur Series, di Magelang, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 21-23 Juni 2021.

Didalam kegiatan itu diantaranya seperti membajak sawah, belajar bermain gamelan, menaiki delman, menggunakan transportasi VW Safari, belajar membuat gerabah, melakukan yoga, menambah wawasan tentang astronomi walking with star, serta merasakan pengalaman menginap di penginapan yang dikelola oleh balkondes.

Trail of Civilization atau jejak peradaban ini, kami yakini menjadi daya tarik yang luar biasa atas suatu pendekatan pariwisata yang lebih berkualitas dan memiliki dampak keberlanjutan dan kelestarian lingkungan,” kata Menparekraf Sandiaga, dalam keterangannya, Kamis (24/6/2021).

Menparekraf mengatakan perlunya melakukan persiapan wisata Borobudur yang lebih berkelanjutan untuk mendorong peningkatan kunjungan dan membuka peluang lapangan pekerjaan.

“Berarti kita harus siapkan Borobudur era baru ini yang lebih berkelanjutan, sehingga kunjungan dari wisatawan di sini bisa menghadirkan peluang usaha dan terbukanya lapangan kerja. Karena selama ini sektor pariwisata dikhawatirkan akan redup di tengah pandemi, justru mampu bersinar. kita bukan bagian dari masalah tapi justru bagian dari solusi bangsa ini untuk bangkit dan pulih. Tentunya dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” jelasnya.

Sementara itu menurut keterangan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Odo Manuhutu, mengusulkan ke depan, Trail of Civilization ini agar diterapkan di destinasi super prioritas lainnya, seperti Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

“Ini merupakan contoh yang baik. Mungkin travel patternnya dari Kemenparekraf yang menentukan, kemudian nanti kita bisa kembangkan storynomic, karena menurut saya yang mahal justru cerita yang ingin diangkat,” ujar Odo Manuhutu.

Untuk, penguatan storynomic sendiri, kata Odo, harus ada pelatihan-pelatihan bagi pemandu wisata dan kusir delman, sehingga kualitas dan pendapatannya akan jauh lebih tinggi. Dengan ini diharapkan bisa menciptakan multiplier effect yang baik ke depan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Israel Kritik Upaya AS Gabung Kesepakatan Nuklir Iran Komprehensif

Read Next

Minuman Lezat Ini Meningkatkan Ketajaman Visual