ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
6 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

India Gratiskan Bea Masuk Anti Dumping Benang Sintetis, Mendag: Peluang Ekspor Semakin Besar

Mendag

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/06/2021). Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan kabar gembira terkait keputusan pemerintah India terkait ekspor bagi pelaku usaha di bidang tekstil.

Sebagai informasi Pemerintah India melalui Kementerian Keuangan, memutuskan membatalkan pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) sebesar US$ 0,25 (sekitar Rp3.600) per kilogram (kg) hingga US$ 0,44 (sekitar Rp6.300) per kg untuk produk viscose spun yarn (VSY) atau benang sintetis.

“Pembatalan ini membuka peluang untuk meningkatkan ekapor VSY ke India semakin besar. Ini menjadi kabar gembira terutama bagi industri tekstil sebagai salah satu industri andalan Indonesia. Pembatalan ini juga merupakan faktor pendukung pemulihan ekonomi yang menjadi salah satu fokus pemerintah di kala pandemi,” jelas Mendag dalam keterangannya, Kamis (24/06/2021).

Keputusan penghapusan BMAD tersebut, kata Mendag, tertuang dalam Office Memorandum F. No. 354/154/2020 yang diterbitkan Pemerintah India pada 6 April 2021.

Dengan terbitnya putusan ini, maka rekomendasi keputusan akhir Direktorat Jenderal Bina Perdagangan atau Directorate General Trade Remedies (DGTR) India yang terbit pada 30 Desember 2020 dinyatakan tidak diterapkan.

“Artinya, eksportir VSY dari Indonesia tidak dikenakan BMAD,” lanjutnya.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Plt) Dirjen PLN Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana Menambahkan Indonesia merupakan salah satu pemain utama produk VSY di dunia.

Dengan pembatalan BMAD ini, Indonesia dinilai tak akan kehilangan momentum untuk tetap mempertahankan dan bahkan meningkatkan ekspor produk VSY terutama ke India.

“Ke depan, Pemerintah akan terus berkomitmen dalam mengatasi berbagai macam hambatan akses pasar produk ekspor Indonesia,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Biden Terus Janjikan Lapangan Pekerjaan Bagi Pengangguran di AS

Read Next

Panas yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Rusia Menewaskan Tiga Orang