ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
6 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Aparat Evakuasi Korban Penyerangan di Yahukimo

meninggal

Konfirmasitimes.com-Jakarta (25/06/2021). Pekerja bangunan dan pekerja jembatan di Kampung Bingki, Distri Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua diduga diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Tendius Gwijangge alias Tendinus Murib.

Setelah menyerang para pekerja, kelompok itu juga menyandera empat orang warga.

Keempat warga tersebut diduga disandera setelah KKB melakukan penyerangan di Kampung Bingki pada Kamis (24/06/2021).

“Dari peristiwa tersebut, terlihat juga KKB membawa empat orang, namun para saksi tidak mengenal siapa nama-namanya,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, dalam keterangannya, Jumat (25/06/2021).

Hingga kini, Polda Papua masih menyelidiki dugaan penyanderaan warga sipil tersebut.

“Empat orang yang disandera oleh KKB masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” terang Kamal.

Sandera kemungkinan pekerja bangunan

Kamal menduga sangat mungkin para warga yang disandera tak lain ialah pekerja bangunan.

Karena para pekerja jembatan yang berkumpul di satu lokasi sudah melarikan diri.

“Indikasinya kemungkinan besar adalah pekerja bangunan,” kata Kamal.

Para pekerja jembatan, lanjut Kamal, telah lebih dulu melarikan diri usai warga sekitar memperingatkan mereka bila kelompok itu menuju ke lokasi kamp.

Sebagaimana diberitakan, sebelumnya sekelompok orang tidak dikenal (OTK) menyerang pekerja jembatan PT Papua Cremona di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis (24/06/2021).

Akibat kejadian tersebut, lima orang tewas, salah satunya adalah seorang kepala suku.

“Benar ada laporan penyerangan pekerja PT Papua Cremona, informasinya lima orang tewas,” ujar Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Irreuw, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis.

Diketahui jenazah empat korban tersebut dijadwalkan dievakuasi dari kampung Bingki, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua, dengan menggunakan helikopter.

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyampaikan, helikopter yang bakal dipakai untuk mengevakuasi jenazah korban itu merupakan bantuan Pemda Yahukimo dan mantan Bupati Ones Pahabol.

Empat helikopter, kata Izak, dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah empat pekerja bangunan karena selain untuk mengevakuasi korban juga membawa personel TNI-Polri yang mengamankan wilayah itu.

“Mudah-mudahan evakuasi jenazah empat pekerja yang menjadi kekejaman KSB berjalan lancar,” ujar Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan, dalam keterangannya, Jumat (25/06/2021).

Berdasarkan laporan yang diterima Jumat (25/06/2021) siang terungkap kondisi kepala kampung Bingki yang dilaporkan meninggal ternyata dalam kondisi kritis.

“Obaja Nang, yang menjabat kepala kampung Bangki dilaporkan kondisi-nya kritis dan saat ini diamankan warga,” katanya.

Danrem 172/PWY yang wilayahnya meliputi Kabupaten Yahukimo mengaku dari laporan yang diterima empat pekerja bangunan yang menjadi korban yaitu Suardi, Sudarto, Idin dan Ipa.

“Belum diketahui pasti apakah jenazah keempat korban penganiayaan dimakamkan di Dekai atau dikirim ke kampung halamannya, karena masih menunggu laporan dari Kodim 1715 Yahukimo,” terangnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cara Mengembalikan Semangat Berolahraga

Read Next

Serangan Sajam di Jerman, Setidaknya Tiga Orang Tewas