ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Persiapan Shalat Iduladha dan Qurban 2021, Ini Panduan Lengkapnya

Syarat Sah atau Rukun Shalat

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/06/2021). Menteri Agama merilis edaran bernomor 15 Tahun 2021 tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan shalat Iduladha 1442 H/2021 M dan pelaksanaan qurban di masa pandemi COVID-19.

Peraturan ini diterbitkan untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi COVID-19 yang belum terkendali. Ditambah munculnya varian baru yakni Delta.

Tak hanya itu, edaran ini dimaksudkan sebagai panduan dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada semua zona risiko penyebaran COVID- 19. “Ini diterapkan dalam rangka melindungi masyarakat,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Berdasarkan SE tersebut, shalat Raya Iduladha secara berjemaah di musala atau lapangan terbuka di daerah zona merah dan oranye ditiadakan.

Pelaksanaan shalat Iduladha hanya diizinkan digelar di daerah yang dinyatakan aman atau di luar zona merah dan orange. Pelaksanaan salat bisa dilakukan di lapangan atau masjid/musala.

Berikut ketentuan lengkap edaran menteri agama ini.

1. Malam takbiran dilaksanakan dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Dilaksanakan secara terbatas, paling banyak 10% dari kapasitas masjid/musala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan COVID-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

b. Kegiatan takbir keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan.

c. Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid/ musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid/musala.

2. Shalat Hari Raya Iduladha 10 Zulhijjah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka atau di masjid/musala pada daerah Zona Merah dan Oranye ditiadakan;

3. Shalat Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1442 H/2021 M dapat diadakan di lapangan terbuka atau di masjid/musala hanya di daerah yang dinyatakan aman dari COVID-19 atau di luar zona
merah dan oranye, berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat;

4. Pelaksanaan shalat Hari Raya Iduladha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, wajib menerapkan standar protokol kesehatan COVID-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Shalat Hari Raya Iduladha dilaksanakan sesuai dengan rukun shalat dan penyampaian khutbah Iduladha secara singkat, paling lama 15 menit.

b. Jemaah shalat Hari Raya Iduladha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah;

c. Panitia shalat Hari Raya Iduladha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;

d. Bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti shalat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala;

e. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan shalat Hari Raya IduIadha sampai selesai;

f. Setiap jemaah membawa perlengkapan shalat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

g. Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah shalat Hari Raya Iduladha;

h. Seusai pelaksanaan shalat Hari Raya Iduladha, jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

5. Pelaksanaan qurban dilakukan dengan ketentuan:
a. Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari, tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan qurban.

b. Pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R). Dalam
hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R pemotongan hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat.

c. Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging qurban kepada warga masyarakat yang berhak menerima, wajib memerhatikan penerapan protokol
kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian.

d. Kegiatan pemotongan hewan qurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan qurban dan disaksikan oleh orang yang berkurban.

e. Pendistribusian daging qurban dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di ternpat tinggal masing-masing dengan meminimalkan kontak fisik satu sama lain.

6. Sebelum menyelenggarakan shalat Iduladha, Panitia wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali;

7. Dalam hal terjadi perkembangan ekstrim Covid-19, seperti terdapat peningkatan yang signifikan angka positif Covid-19, adanya mutasi varian baru COVID-19 di suatu daerah, pelaksanaan Surat Edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Syekh Ibrahim al-Fathani, Ulama yang Hobinya Kumpulkan Karya Tulis

Read Next

Bentrokan Antara Pasukan yang Berafiliasi dengan UEA di Yaman Menewaskan Dua Orang