ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mengenal Apa itu Perayaan Sipaha Lima

Mengenal Apa itu Perayaan Sipaha Lima

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/06/2021). Bagi agama Parmalim Allah Pencipta Semesta Alam disebut dengan Debata Si Tolu Sada (Allah Tritunggal) yakni Debata Batara Guru, Debata Sori Sohaliapan, dan Debata Bala Bulan.

Ugamo (Agama) Parmalim Huta Halasan Toba menggelar ritual keagamaan “Sipaha Lima” sebagai upacara penyampaian persembahan dan ucapan syukur kepada Sang Ilahi Allah Pencipta Semesta Alam di Bale Partonggoan Parmalim Huta Halasan, Desa Sionggang Tengah, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Selasa, (22/06/2021) lalu.

Perayaan Sipaha Lima yang dirayakan setiap tahun digelar selama 2 hari berturut.

Di hari pertama merupakan ritual dipimpim Jadingin Sitorus Raja Habonoran (Pemangku urusan ritual keagamaan tertinggi Parmalim) yang memanjatkan doa-doa dan penyampaian doa dan persembahan di altar yang sudah tersedia diiringi dengan Gondang Batak .

Raja Habonoran diikuti oleh sejumlah umat Parmalim yang hadir dari punguan (perkumpulan umat) Sibadihon dan Binanga Lom Kecamatan Porsea, Pangaloan dan Sosormatio Kecamatan Uluan dan Hutahalasan Sionggang Tengah Kecamatan Lumbanjulu.

Kemudian dari Punguan (Perkumpulan) Kabuoaten Simalungun Punguan Passur Onom, Nagasaribu,Bahalat.

Sama juga dari Punguan Kota Madya Tebing Tinggi Pogurawan, Kabupaten Deliserdang dan Kota Madya Medan Seisemayang, Kepulauan Riau punguan Airkuling, Punguan Batam, Punguan Jambi, Punguan Palembang serta Parmalim dari Punguan DKI Jakarta, dan Punguan Parmalim Tigaraksa Tangerang.

Raja Habonoran Jadingin Sitorus adalah garis keturunan Raja Marnakkok Naipospos selaku menantu laki-laki tertua.Ia yang mendapatkan amanah menjadi Raja Habonoron.

Raja Habonoran Parmalim Huta Halasan Jadingin Sitorus seusai acara ritual menjelaskan bahwa acara ritual Sipaha Lima yang digelar tahun ini dikuti beberapa umat Parmalim saja dari barbagai wilayah punguan (perkumpulan) Parmalim.

“Yang hadir kita batasi mengingat situasi paparan wabah pandemi Covid-19 saat ini yang kian hari kian melonjak.Jadi umat kita batasi hadir dan kita imbau umat lainnya untuk melakukan ritual doa di tempat masing- masing,” sebut Jadingin Sitorus.

Menurut Jadingin, dalam acara ritual ini semua umat kita wajibkan memakai masker serta wajib mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Ditambahkan Jadingin ,ritual ini sebagai ucapan rasa syukur kepada Sang Illahi Allah Pencipta Alam Semesta dan segala isinya yang dipanggil dengan sebutan Mula Jadi Nabolon.

Juga pemberian persembahan kurban dan acara tortor diiringi alunan musik Gondang Batak Sada Bangunan adalah sebagai ungkapan dan pujian rasa syukur umat Parmalim atas segala berkat dan rahmatNya yang dirasakan dan telah diterima oleh seluruh umat Parmalim dalam berbagai keberhasilan usahanya di berbagai usaha baik usaha pertanian, perkebunan, memelihara usaha berbagai jenis ternak.

Umat juga memberikan persembahan kurban yang kudus dari hasil usahanya masing-masing yang disebut “Patumonaan Gabe ni Naniula” (pemberian persembahan yang paling awal dari hasil usaha pekerjaan bertani,berkebun maupun berternak dan berbagai usaha lainnya).

Sementara Ulupunguan Binangalom, Anton Sinaga menjelaskan persembahan kudus yang disampaikan kepada Mula Jadi Nabolon yakni nasi putih, 1 ekor kambing putih, 1 ekor lembu. Selanjutnya ayam jantan/ayam jago dengan sebutan berbagai nama dengan jumlah masing- masing 3 ekor. Yaitu 3 ekor ayam jantan Mira Polin, 3 ekor ayam jantan Jarum Bosi, 3 ekor ayam jantan putih dan satu ekor ayam betina dengan nama Sabur Bintang berikut 1 ekor jantannya.

Selanjutnya air penyucian yang telah didoakan didalam 1 sawan (mangkok putih) berisikan Banebane (daun kemangi) disebut Mamispis.

Anton menambahkan, dalam ritual Sipaha Lima jenis ternak yang akan di kurbankan selalu berbeda tiap tahunnya.

“Bila tahun ini lembu/sapi jantan disebut Lombu Sitiotio dan di tahun berikutnya Horbo (kerbau) jantan disebut Horbo Sitikko Tanduk atau Horbo Sisapang Nauwalu.Untuk kurban kambing tetap 1 kambing dengan kambing berbulu putih disebut Hambing Puti, demikianlah setiap tahunnya dilaksanakan,” jelas Anton.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bentrokan Antara Pasukan yang Berafiliasi dengan UEA di Yaman Menewaskan Dua Orang

Read Next

346 Desa Belum Teraliri Listrik