ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
5 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Eks Karyawan Merpati Minta Kepastian Uang Pesangon

Eks Karyawan Merpati Minta Kepastian Uang Pesangon

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/06/2021). Ribuan karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang tergabung dalam Paguyuban Pilot Ex Merpati, menuntut pelunasan pesangon.

Ketua Paguyuban Pilot Ex Merpati Anthony Ajawaila menyampaikan, hingga kini ribuan eks pegawai PT Merpati Nusantara Airlines tak menerima kepastian selama enam tahun untuk hak normatifnya yang belum dipenuhi.

“Hak normatif itu berupa cicilan kedua uang pesangon 1.233 pegawai sejumlah Rp 318,17 miliar serta nilai hak manfaat pensiun berupa solvabilitas 1.744 pensiunan sebesar Rp 94,88 miliar,” ujar Anthony dalam konferensi video, Rabu (23/06/2021).

Lebih lanjut, Anthony membeberkan, sejauh ini Paguyuban Pilot Ex Merpati sudah mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo pada Kamis (17/06/2021). Surat itu dikirimkan sebagai upaya memohon dukungan agar permasalahan pesangon eks pegawai Merpati segera terselesaikan.

“Selain kepada Presiden, surat terbuka juga disampaikan kepada Wakil Presiden, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Ketenagakerjaan, Ketua Komnas HAM, Ketua Komisi VI DPR, dan Ketua Ombudsman,” kata Anthony.

Selama ini, kata Anthony, telah menempuh berbagai upaya sejak 2016, namun hingga kini tak ada kepastian mengenai hak pesangon yang akan dibayarkan. Sementara, lanjut Anthony, masing-masing eks pegawai berharap uang itu akan dinikmati pada masa pensiun atau melanjutkan keberlangsungan hidup keluarganya.

Menurut Anthony dengan tidak dibayarnya uang pesangon tersebut menjadi masalah di setiap keluarga pegawai. Anthony menuturkan, kondisi para mantan pegawai saat ini ada yang mengalami perceraian, anak sakit, putus sekolah, alih kerja menjadi sopir ojol, tukang bangunan, dan lainnya.

“Bahkan, setiap minggu kami mendengar kabar kematian rekan kami sesama eks pegawai MNA,” tutur Anthony.

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) diketahui masih menunda pembayaran atau hak normatif dari 1.233 karyawan. Adapun jumlahnya mencapai 30%.

Anthony mengatakan sejak 1 Februari 2014, Merpati Nusantara diberhentikan beroperasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, disaat yang sama, menyebabkan penundaan hak-hak normatif 1433 karyawan perusahaan

“Untuk diketahui pada 1 Februari 2014, PT Merpati Nusantara berhenti beroperasi dan menyebabkan adanya penundaan hak-hak normatif 1433 karyawan,” ujar Anthony dalam konferensi pers, Rabu (23/06/2021).

Pada 22 Februari 2016, perusahaan mengeluarkan Surat Pengakuan Utang atau SPU dengan memberikan sebagian hak normatif kepada karyawan kurang lebih sebesar 30 persen dengan dijanjikan penyelesaiannya hingga Desember 2018.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ilmuwan Sebut Manfaat Berlari Sambil Mendengarkan Musik

Read Next

Strawberry Supermoon Bakal Muncul Lagi, Catat Waktunya