ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
16 October 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Peneliti : Kopi Mengurangi Risiko Penyakit Hati

Manfaat Minum Kopi Sebelum Olahraga

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/06/2021). Orang berdebat tanpa henti tentang bahaya dan manfaat kopi, tetapi para ilmuwan dari Universitas Southampton dan Edinburgh (Inggris) telah menemukan argumen lain untuk minum kopi secara teratur, dengan apa pun: bubuk, instan, dan bahkan tanpa kafein. Para peneliti telah menemukan bahwa minum kopi jenis apa pun (sekitar 3-4 cangkir sehari) dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit hati kronis.

Penelitian ini melibatkan 495.585 orang yang data nutrisi dan kesehatannya disimpan di bank bio Inggris. Dari semua peserta, 78% (384.818) mengonsumsi kopi bubuk atau kopi instan atau tanpa kafein, dan 22% (109.767) tidak minum kopi sama sekali.

Rata-rata, subjek diikuti selama 10,7 tahun untuk memahami siapa yang selama ini dapat mengembangkan penyakit hati kronis. Selama seluruh periode, 3.600 kasus penyakit hati kronis terdaftar, termasuk 301 kematian. Selain itu, terdapat 5.439 kasus steatosis (penumpukan lemak di hati, juga dikenal sebagai penyakit hati berlemak) dan 184 kasus karsinoma hepatoseluler (sejenis kanker hati).

Sebuah studi yang diterbitkan di BMC Public Health menemukan bahwa peminum kopi memiliki risiko 21% lebih rendah terkena penyakit hati kronis dibandingkan dengan yang bukan peminum kopi. Juga, pecinta kopi 20% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit hati berlemak dan 49% lebih sedikit risiko kematian akibat penyakit hati kronis. Efek maksimal tercatat pada kelompok yang mengonsumsi kopi bubuk dengan kandungan bahan yang tinggi seperti kahweol dan cafeestol.

“Kopi adalah minuman yang terjangkau bagi banyak orang, dan manfaat yang kami temukan dalam penelitian kami berarti dapat menawarkan pengobatan pencegahan potensial untuk penyakit hati kronis. Ini akan sangat berguna di negara-negara dengan pendapatan rendah dan masalah kesehatan,” kata Dr. Oliver Kennedy, penulis utama studi tersebut.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ingat Ya, Kemendag Larang Penjualan Bahan Kimia Jenis Ini di E-commerce

Read Next

Babak Baru, Komnas HAM Bakal Panggil BIN, BNPT dan Bais TNI Soal TWK KPK