ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Ingat Ya, Kemendag Larang Penjualan Bahan Kimia Jenis Ini di E-commerce

Warga Jakarta? Manfaatkan BLT UMKM, Ayo Cek Link Pendaftarannya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/06/2021). Kini ada larangan bagi penjualan prekursor, bahan berbahaya (B2), dan botol bekas bahan kimia secara bebas di lokapasar (e-commerce) Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) PKTN Veri Anggrijono menyatakan pihaknya akan terus memperketat pengawasannya, setelah ditemukannya 444 tautan penjualan produk prekursor, B2, serta botol-botol bekas produk kimia pada sejumlah lokapasar berdasarkan hasil pengawasan sejak April 2021.

“Ditjen PKTN akan melakukan pemanggilan klarifikasi terhadap penjual (merchant) yang terbukti memperdagangkan produk-produk dimaksud dan melakukan pengamanan terhadap barang yang diduga tidak sesuai ketentuan pada lokasi kegiatan usaha,” jelas Dirjen PKTN , dalam keterangannya.

Perdagangan produk prekursor, B2, dan botol bekas produk kimia pada lokapasar dinilai terindikasi tidak sesuai dengan berat bersih dan jumlah dalam hitungan sebagaimana dinyatakan dalam label, mutu, ukuran, proses pengolahan, kondisi, jaminan, dan standar yang dipersyaratkan.

“Tindakan tersebut bahkan dapat diancam dengan pidana penjara berdasarkan Undang-Undang No. 8 tahun 1999 dan UndangUndang Nomor 7 Tahun 2014,” katanya.

Lebih lanjut, Ditjen PKTN telah menyampaikan surat edaran kepada Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk melarang perdagangan bahan berbahaya oleh penjual pada platform niaga elektronik.

Tak hanya itu para penjual di lokapasar diminta memiliki legalitas sebagai bentuk komitmen positif pelaku usaha perdagangan sistem elektronik.

“Pengetatan pengawasan ini sekaligus juga untuk mencegah terulangnya kasus penggunaan potasium sianida, atau kalium sianida, dalam kasus sate beracun di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada April 2021 lalu,” lanjutnya.

Potasium sianida pada kasus tersebut, lanjut Dirjen PKTN, dibeli secara daring di lokapasar secara bebas tanpa terikat dengan ketentuan yang berlaku atau melalui jalur tidak resmi atau ilegal.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lebih dari 50 Persen Tentara AS Telah Meninggalkan Afghanistan

Read Next

Peneliti : Kopi Mengurangi Risiko Penyakit Hati