ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Indonesia Buktikan Komitmennya Tanggap Isu Lingkungan Secara Global

Indonesia Buktikan Komitmennya Tanggap Isu Lingkungan Secara Global

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/06/2021). Pemerintah Indonesia membuktikan komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan global tentang isu-isu lingkungan.

Baru-baru ini Pemerintah Republik Indonesia (RI) yang diwakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya dan Pemerintah Republik Ceko, yang diwakili Menteri Lingkungan Hidup Republik Ceko Richard Brabec menandatangani Letter of Intent (LoI) mengenai kerja sama Perlindungan Lingkungan dan Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan.

“Komitmen Pemerintah Indonesia dalam agenda pengendalian perubahan iklim tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK 29% dengan sumber daya nasional, dan pengurangan emisi hingga 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030,” kata Menteri LHK melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Menteri LHK saat ini pemerintah memprioritaskan untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah, yang ditandai dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah.

“Targetnya adalah pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2025, dengan pengurangan sampah 30 persen dan melalui pengelolaan sampah 70 persen. Pengurangan sampah berarti paradigma pengelolaan sampah memberikan titik tekan bagi kebijakan hulu dengan pola 3R (reduce, reuse, recycle),” ujar dia.

Lebih lanjut Menteri LHK menjelaskan, pertemuan bilateral itu juga membahas hubungan antar pemerintah dalam hal kerja sama tenaga ahli, kebun raya, dan akademisi.

Selain itu, kata Menteri LHK, kedua delegasi bertukar informasi dan pengalaman terkait upaya perlindungan lingkungan, dan keanekaragaman hayati, serta perubahan iklim, khususnya energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular.

Demi mendukung upaya tersebut, lanjut Menteri LHK, pihaknya telah merilis aturan yang membatasi penggunaan kantong belanja plastik, sedotan plastik, dan wadah makanan busa plastik sekali pakai di peritel modern dan industri jasa makanan dan minuman.

“Hingga Oktober 2020, ada 2 provinsi yaitu Bali dan Jakarta, serta 38 kota/kabupaten yang telah menerapkan peraturan larangan penggunaan plastik sekali pakai,” jelasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Udang Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar AS

Read Next

Italia Hapus Aturan Wajib Bermasker