ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Terpengaruh Pasar, Rupiah Dilaporkan Melemah

BLT UMKM 2021 Cair 2 Tahap, Segera Daftar dan Penuhi Syarat Ini, Bansos 300 Ribu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/06/2021). Pada perdagangan hari ini, Senin (21/06/2021) pagi, Rupiah dibuka di Rp14.390 per USD, atau melemah dari penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.375 per USD berdasarkan Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah sempat stagnan setelah pembukaan. Lalu, langsung melemah ke Rp14.425 per USD. Meski sempat stagnan kembali, Rupiah masih terus melanjutkan pelemahan dan saat ini berada di Rp14.434 per USD.

Menurut catatan Tim Riset Mega Capital Sekuritas, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah seiring pelaku pasar yang masih mencermati proyeksi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve.

“Investor masih mencermati kenaikan ekspektasi inflasi The Federal Reserve serta proyeksi kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan,” kata Tim Riset Mega Capital Sekuritas dalam pernyataan tertulisnya.

The Fed pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) minggu kemarin menyatakan suku bunga akan naik dua kali pada 2023 yang kemudian memunculkan kekhawatiran akan tapering (pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed).

Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard dalam keterangannya menyampaikan bahwa bank sentral AS telah memulai diskusi mengenai pengurangan dari program pembelian obligasi selama masa pandemi.

Bullard juga menyebutkan perubahan sikap The Fed adalah tanggapan alami dari pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi yang lebih cepat dari ekspektasi. Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,26, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 92,225.

Sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,404 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,45 persen.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Arab Saudi Melanggar Gencatan Senjata 105 Kali di Yaman

Read Next

BI: Pengembangan Ekosistem Ekonomi Halal Perlu Perhatikan Hal-hal ini