ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Buntut Pemukulan oleh Oknum Polisi ke Petugas Piket Berujung Pemeriksaan

Buntut Pemukulan oleh Oknum Polisi ke Petugas Piket Berujung Pemeriksaan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (19/06/2021). Viral sebuah video memperlihatkan penganiayaan oleh oknum perwira polisi kepada petugas piket Polda Riau.

Oknum perwira polisi dalam video melakukan pemukulan ke petugas piket Polda Riau yang sedang bertugas.

Video berdurasi 19 detik itu, terlihat oknum perwira (Kompol RW) memukul Bripda FZ.

Adapun dalam video posisi Bripda FZ sedang berdiri di pos jaga. Untuk masuk ke Mapolda Riau, harus melalui petugas jaga yang membukakan portal.

Lalu terlihat Bripda FZ menunjuk ke arah depan saat mobil dinas Kompol RW berada di pintu masuk. Tak lama Kompol RW turun dari mobil dan mendekati pos tempat Bripda RZ berdiri. Ajudan Kompol RW yakni Brigadir TA ikut mengikutinya. Oknum perwira berbadan tegap dengan seragam lengkap langsung mengarahkan tinjunya ke arah rahang Bripda RZ. Kerasnya pukulan pamen Polri ini langsung membuat Bripda RZ ambruk.

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kabid Propam Kombes Gatot Sujono.

Lebih lanjut, kata Gatot, video yang beredar itu terjadi pada 26 Mei 2021 lalu. Saat itu perwira polisi akan mengikuti kegiatan upacara untuk sebuah kegiatan.

“(Kompol RZ) sudah kami minta keterangan,” ujar Gatot, dalam keterangannya, Sabtu (19/06/2021).

Gatot menegaskan pihaknya tengah interogasi ke oknum pelaku pemukulan.

“Masih kami introgasi. Dia Pamen Satker Polda,” katanya.

Sebagaimana diketahui, video itu viral dan beredar di grup-grup WhatsApp. Tak hanya memukul, Kompol RW juga minta Bripda FZ untuk push up.

Pemukulan itu terjadi setelah Kompol RW melihat petugas piket jaga dari Satker Samapta memukul tiang portal kuning di depan mobil dinasnya. Melihat kejadian itu Kompol RW langsung mendatangi petugas piket jaga.

“Dia (Kompol RW) menanyakan kenapa dipukul (tiang portal). Selanjutnya Bripda FZ menjawab ‘saya kesal komandan, dan mendengar jawaban itu Kompol RW emosi,” ujar Gatot.

Kompol RW lalu mendatangi Bripda FZ usai pemukulan. Dia bertanya apakah merasa dongkol dan sakit hati, Bripda FZ menjawab ‘tidak komandan’.

Mendengar jawaban itu, Kompol RW minta Bripda FZ membuktikan ucapan itu. Kompol RW lalu menyuruh Bripda FZ push up jika tidak merasa dongkol dan skit hati.

“Kompol RW menyuruh Bripda FZ push up untuk membuktikan tak dongkol dan sakit hati. Terkait kejadian tersebut Kompol RW meminta maaf dan meninggalkan Bripda FZ,” terangnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

BUMN Lagi Buka Banyak Loker, dari Berdikari Hingga Pertamina

Read Next

Direvisi, Ini Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Terbaru