ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Rugi, Puluhan Gerai Sepatu Bata Ditutup

Rugi, Puluhan Gerai Sepatu Bata Ditutup

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/06/2021). Semenjak pandemi covid-19, perusahaan ritel mulai berguguran, terbaru PT Sepatu Bata Tbk.

Sepatu Bata merupakan perusahaan yang aslinya berasal dari Republik Ceko dengan nama asli T&A Bata Shoe Company. Didirikan oleh Tomáš Bata dan saudaranya.

Perusahaan ini resmi perusahaan nasional pada 1 Januari 1978 dan resmi menjual langsung produknya ke pasar. Sebelumnya penjualan dilakukan melalui penyalur khusus dengan sistem konsinyasi. Perusahaan ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada 1982.

Harga saham perseroan sejak awal tahun ini terpantau naik sebesar 7,09% dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 4,97 triliun.

Semenjak pandemic, imbas dari ini, pihak perusahaan menyatakan mengalami penurunan penjualan hingga sepinya pengunjung toko.

Diketahui Bata mengumumkan penjualannya menurun sekitar 51% di tahun 2020.

Direktur Sepatu Bata Hatta Tutuko dalam keterangannya menyampaikan pihaknya telah menutup sejumlah toko sudah tak lagi memberikan keuntungan kepada perusahaan.

“Penutupan toko secara sengaja nggak ada, tapi kalau ada toko tidak profitable ya kita tutup. Tapi tidak ada penutupan besar-besaran,” kata Hatta, Rabu (16/06/2021).

Lebih lanjut, kata dia, hingga bulan Mei 2021, sisa gerai Sepatu Bata di seluruh Indonesia ada 460. Adapun, penutupan sudah dilakukan pada 50 toko yang tidak menguntungkan.

Rencana kedapan, Hatta menyampaikan pihaknya tak akan membuka toko baru, dan fokus mengembangkan bisnis digital.

“Fokus kita nggak lagi buka toko, tapi digital bisnis, penjualan secara online akan ditingkatkan,” ujar Hatta.

Selain menutup toko, Hatta mengakui banyak karyawan yang kontraknya habis tidak diperpanjang oleh perusahaan.

Sepatu Bata juga sempat melakukan perampingan karyawan dengan melakukan PHK, tapi Hatta menjelaskan jumlahnya tak banyak.

“Dampak dari COVID-19 memang bisnis berkurang, tapi kita nggak besar-besaran PHK. Kalau kontrak habis kami nggak perpanjang, kalaupun ditambah PHK itu tidak besar, itu pun dilakukan sesuai peraturan pemerintah,” jelas Hatta.

Sebagaimana diketahui status Penundaan Kewajiban Pembayaran (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, PT Sepatu Bata Tbk (BATA),  telah dicabut pada 20 Mei 2021 lalu.

Direktur BATA, Susan Amin menyampaikan, ada sejumlah strategi yang disiapkan perseroan tahun ini untuk menggenjot penjualan yang selaman tahun 2020 sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan catatan perusahaan sepanjang tahun lalu, BATA mencatatkan kerugian bersih senilai Rp 177,76 miliar berkebalikan dari tahun 2019 laba sebesar Rp 23,44 miliar atau anjlok sebesar 758%.

Anjloknya laba ini tak lain akibat merosotnya pendapatan BATA sebesar 49% menjadi Rp 459,58 miliar dari tahun sebelumnya Rp 931,27 miliar. Perseroan juga mencatatkan rugi operasi sebesar Rp 212,19 miliar dari tahun sebelumnya laba Rp 38,10 miliar.

Dijelaskan Susan, empat strategi yang akan dijalankan ke depan untuk menggenjot penjualan, antara lain pertama, memaksimalkan penjualan melalui situs e-dagang yang dikelola perseroan dan sejumlah situs e-dagang lainnya.

“Online shopping tersebut tidak hanya di Bata.id tapi offficial store online Bata juga sudah dapat ditemukan di marketplace dan e-commerce partners seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, JD.ID, Bukalapak, Zilingo, dan Zalora,” ujar Susan, dalam paparan publik secara daring, Rabu (16/06/2021).

Strategi selanjutnya yakni melalui fitur ChatShop, di mana pengguna bisa mengakses produk-produk Bata secara mudah dari rumah. Ketiga mengoptimalkan Bata Club member dengan cara memberikan reward bagi pelanggan yang berbelanja produk-produk Bata.

Kemudian, dengan strategi digital engangement dengan menggandeng beberapa figur publik pemengaruh (influencer) dan berbagai program kerja sama. “Total ada 120 influencer dengan jangkaunnya 923 ribu dan impresi lebih dari 1 juta,” bebernya.

“Kami percaya dengan cara ini kita bisa menjangkau lebih luas melalui database partnership,” lanjutnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Demo Buruh, Rakyat Yunani Protes Reformasi UU Buruh

Read Next

Manfaat Ganggang Merah bagi Kesehatan