ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Imbas Kebakaran Kilang Minyak Cilacap, Warga Kutawaru Darurat Air Bersih: BPBD Terjun ke Lapangan

Imbas Kebakaran Kilang Minyak Cilacap, Warga Kutawaru Darurat Air Bersih: BPBD Terjun ke Lapangan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/06/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mengirimkan bantuan dua tangki air bersih untuk didistribusikan ke setidaknya 300 keluarga yang terdiri dari 900 jiwa.

Bantuan itu sebagai imbas dari tercemarnya air bersih karena kebakaran yang terjadi pada Jumat (11/06/2021) malam di area pertangkian 39 milik Pertamina Refinery Unit IV Cilacap.

Kebakaran itu mencemari lingkungan pada pemukiman warga di Kelurahan Kutawaru.

Menurut keterangan Ketua Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidy, jarak pemukiman di Kelurahan terdampak kebakaran Kilang Minyak Cilacap berkisar antara 2-5 kilometer.

“Efeknya sampai ke pencemaran. Kalau asapnya itu jelas sampai ke perkampungan, hawa panasnya juga sampai ke perkampungan,” ujar Tri.

Dilaporkan juga Puskesmas dan Dinas Kesehatan Cilacap langsung terjun ke lapangan guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena khawatir akan berdampak kepada kesehatan warga.

Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rahman, melalui keterangannya mengatakan jika kebakaran kilang minyak itu tidak berdampak pada masyarakat sekitar karena titiknya memang jauh dari permukiman.

Guna mengamankan area di sekitar kilang minyak, kata Syamsul, Polres Cilacap telah membuat perimeter sebagai batas pengamanan. Polres juga menerjunkan anggotanya untuk berpatroli mencegah kerumunan warga di sekitar kilang.

“Lokasi tangki yang terbakar itu jauh dari pemukiman penduduk dan jalan raya. Yang terdekat itu area pabrik sekitar 350 meter dari lokasi kebakaran,” ujar Syamsul.

Hal senada juga disampaikan Hatim Ilwan Area Manager Communication, Relations, dan CSR Kilang Pertamina Cilacap, kondisi masyarakat di sekitar kilang aman dan tidak terdampak pencemaran lingkungan.

Hatim menilai, area kilang yang terbakar jauh dari pemukiman warga. Kebakaran pun tidak sampai memakan korban jiwa.

“Kebakaran terjadi di salah satu area tangki penyimpanan yang lokasinya berada jauh di dalam kompleks kilang, bukan kilang atau pabrik pengolahannya. Penyebab kebakaran juga belum diketahui,” terang Hatim, dalam keterangannya.

Sebagai informasi, kebakaran di kilang minyak pertamina dugaan sementara karena sambaran petir. Ketika peristiwa itu, hujan lebat memang mengguyur kawasan Cilacap dan Banyumas dari Jumat sore hingga malam.

Menurut keterangan polisi, aparat berwenang tengah menyelidiki kasus ini secara lebih lanjut, polisi telah memeriksa enam orang saksi.

“Kami telah memeriksa enam orang saksi baik itu sekuriti yang di lingkungan luar, masyarakat, dan juga instansi samping yang mengetahui kejadian tersebut. Keterangan mereka masih kami selidiki lebih lanjut,” ujar Kapolres Cilacap AKBP Leganek Mawardi.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tujuh Makanan yang Memberi Energi

Read Next

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran 1,6 Km