ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Ilmuwan: Keadaan Mikrobioma Usus Berkaitan dengan Kesehatan Mental

Ilmuwan: Keadaan Mikrobioma Usus Berkaitan dengan Kesehatan Mental

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/06/2021). Mikrobioma usus suatu hari nanti dapat memberi para peneliti dan dokter alat baru untuk memantau dan mendukung perkembangan mental dan neurologis anak-anak, menurut sebuah studi baru oleh para ilmuwan dari University of Michigan (AS) dan University of North Carolina di Chapel Hill (AS). ).

Para peneliti menemukan bahwa mikrobioma usus bayi yang merespons rasa takut dengan kuat berbeda dari anak-anak yang merespons dengan lebih tenang. Menanggapi rasa takut pada usia dini dapat menjadi indikator kesehatan mental di masa depan.

“Menanggapi rasa takut adalah bagian normal dari perkembangan anak. Anak-anak perlu waspada terhadap ancaman di lingkungan mereka dan bersiap untuk menanggapinya. Tetapi jika mereka tidak dapat menekan respons ini saat aman, mereka mungkin berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan dan depresi di kemudian hari. Sementara anak-anak dengan respons ketakutan yang diredam dapat mengembangkan sifat tidak berperasaan dan tidak memihak yang terkait dengan perilaku antisosial,” Kata Dr. Rebecca K. Nickmeyer, salah satu penulis studi tersebut.

Untuk menentukan apakah mikrobioma usus dikaitkan dengan respons rasa takut pada anak-anak, para peneliti merancang studi percontohan dengan sekitar 30 bayi. Para peneliti dengan hati-hati memilih kohort untuk mendamaikan sebanyak mungkin faktor yang mempengaruhi mikrobioma usus. Misalnya, semua anak disusui dan tidak ada yang diberi antibiotik. Para peneliti menganalisis flora usus anak-anak menggunakan sampel tinja dan kemudian mengukur respons rasa takut mereka menggunakan tes sederhana: Mereka mengamati bagaimana bayi melihat seseorang berjalan ke ruangan mengenakan topeng Halloween yang menakutkan.

Hasilnya, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications , menunjukkan hubungan yang signifikan antara fitur spesifik mikrobioma usus dan kekuatan respons bayi terhadap rasa takut. Para peneliti juga menemukan bahwa tingkat bakteri usus terkait dengan ukuran amigdala, bagian otak yang terlibat dalam membuat keputusan cepat tentang potensi ancaman.

Para ilmuwan sekarang mencari cara untuk menerapkan temuan ini ke dalam praktik untuk mendukung kesehatan neurologis dan mental anak-anak pada tahap yang sangat awal dalam perkembangan mereka.

“Kami memiliki peluang besar untuk mendukung kondisi neurologis anak-anak pada tahap awal untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan mereka,” Kata Dr. Nickmeyer.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lima Alasan Anjing Makan Rumput

Read Next

Gawat..!! Kemana Larinya Dana Haji? Ada yang Klojotan Dengar Jawaban Ini, Bagaimana dengan Gus…?