ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

H. Dulah, Pendiri MUI yang Kharismatik

H. Dulah, Pendiri MUI yang Kharismatik

Konfirmasitimes.com-Jakarta (08/06/2021). KH. Abdul Syafi’ie atau dikenal H. Dulah adalah sosok ulama dan tokoh Betawi kelahiran Kampung Bali Matraman, pada 10 Agustus 1910.

Semasa kecil, KH. Abdullah Syafi’ie banyak menuntut ilmu dari para guru-guru. Guru beliau diantaranya:

  • Kiai Marzuki
  • Kiai Musanif
  • Kiai Sabeki
  • Habib Ali Al Habsyi
  • Habib Alwi Bin Thahir
  • Habib Alwi Al Hadad

Saat usia 17 tahun, dari ilmu yang didapatnya, H. Dulah membuka madrasah di kampung kelahirannya. Lembaga pendidikan agama yang menggunakan tempat bekas kandang sapi. Nama lembaga pendidikan itu Madrasah Islamiyah Ibtidaiyah.

Beberapa tahun kemudian, berganti nama menjadi As-Syafi’iyah. Nama tersebut merupakan perpaduan antara nama Syafi’ie dengan mazhab Imam Syafi’I yang dianutnya.

Setelah sekian maju dan berkembangnya lembaga pendidikan yang KH. Abdullah Syafi’ie dirikan akhirnya beliau mengembangkan kembali menjadi sebuah Perguruan As-Syafi’iyah dan perenovasian Masjid Al-Barkah.

Pada tahun 1960 beliau juga mendirikan lembaga pendidikan di daerah lain seperti jatiwaringin, Cilangkap, Jakasampurna, Payangan, Cogrek, dan sebagainya.

Terlebih, atas keberkahan beliau, Jatiwaringin dijadikannya sebagai Kota Pelajar. Di Jatiwaringin terdapat Pesantren Putra, Pesantren Putri, Pesantren Tradisional, Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, Taman Kanak-kanak, dan Universitas Islam As-Syafi’iyah.


H. Dulah merupakan tokoh yang mampu menegakkan kebenaran. Pada suatu kisah, saat Gubernur Ali Sadikin membuat kebijakan tentang masalah perjudian dan makam di DKI Jakarta, beliau menentang keras, karena hal tersebut akan menjermuskan masyarakat. Karena itu, ia dipandang sebagai ulama yang vokal, tegas, dan jujur. Maka, tak heran, kalau para pejabat di DKI Jakarta khususnya sangat menyukai beliau.

Termasuk Menteri Agama Munawir Sadzali mengakuinya sebagai guru yang patut dicontoh dan ditiru.

Selain itu, KH. Abdullah Syafi’ie sangat dekat dengan tokoh-tokoh lain dari berbagai organisasi, seperti dengan Buya Hamka, KH. Hasan Basri, KH. Idham Chalid, dan banyak lagi.

Pendiri MUI

KH. Abdullah Syafi’ie juga merupakan salah satu pendiri MUI (Majelis Ulama Indonesia). Selain pernah menjabat sebagai Wakil Ketua di MUI Pusat, juga sebagai Ketua Umum MUI DKI Jakarta. Ia juga salah seorang yang giat mengadakan pendidikan dalam pemberantasan buta huruf Al Quran. Di samping itu, kiai yang cuma mengenyam pendidikan SR kelas dua ini, juga dipercaya sebagai pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).

Kharisma H. Dulah

Di tengah kesibukannya mendidik para santri, H. Dulah juga berdakwah di berbagai tempat, termasuk di Majelis Taklim As-Syafi’iyah yang berlangsung setiap hari Minggu.

Dialah satu-satunya kiyai yang mampu menggugah hati masyarakat untuk larut dalam wejangannya. Banyak masyarakat, begitu juga ulama, yang mengucurkan air mata ketika H. Dulah berceramah tentang alam kubur. KH. Abdullah Syafi’memang ulama yang mempunyai kharisma yang tinggi.

KH. Abdul Syafi’ie wafat pada 3 September 1985. Kepergian H. Dulah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat dan pejabat yang dekat dengan beliau, termasuk ucapan belasungkawa dari Presiden Suharto. Bahkan MUI Pusat mengajak seluruh kaum muslimin untuk melakukan Shalat Gaib.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Rusia Jatuhkan Sanksi ke Sembilan Pejabat Kanada

Read Next

Nakes di RS Medan Gelar Aksi, Tuntut Gaji Dibayarkan