ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Aplikasi Pelatihan Otak Bantu Kurangi Konsumsi Junk Food

junk food

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/06/2021). Sebuah studi kolaboratif baru oleh para peneliti dari universitas Helsinki, Finlandia dan Exeter, Inggris telah menunjukkan bahwa menggunakan aplikasi pelatihan otak yang disebut Food Trainer membantu orang makan lebih sedikit makanan tidak sehat dan menurunkan berat badan.

Food Trainer menciptakan hubungan asosiatif antara persepsi jajanan tidak sehat dan penolakan terhadap reaksi dominan.

Studi ini melibatkan 1.234 orang yang menggunakan aplikasi setidaknya sekali sehari selama sebulan. Dalam percobaan yang diterbitkan dalam jurnal Appetite , para peneliti menemukan bahwa penggunaan aplikasi yang jarang (sekali sehari) mengurangi asupan makanan yang tidak sehat dari peserta penelitian. Semua subjek juga menunjukkan penurunan berat badan rata-rata per pon dan sedikit peningkatan jumlah makanan sehat yang mereka makan sepanjang hari.

“Misalnya, seseorang makan junk food dua hingga empat kali seminggu, tetapi setelah menggunakan aplikasi secara teratur selama sebulan, jumlah itu dikurangi menjadi seminggu sekali.” kata Profesor Natalia Lawrence, salah satu penulis penelitian ini.

Para peneliti menekankan bahwa hasil mereka menggembirakan, tetapi harus ditafsirkan dengan hati-hati, karena uji coba tidak memiliki kelompok kontrol (pembanding), dan mungkin juga orang yang lebih sering menggunakan aplikasi pada awalnya lebih termotivasi untuk mengubah kebiasaan diet dan menurunkan berat badan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pemuda Gampingan Tewas Dikeroyok, Pelaku Terus Diburu

Read Next

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Jumat 4 Juni 2021