ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Garuda Indonesia Darurat Utang, Komisaris Rela Tak di Gaji Hingga Karyawan Harus Rela Pensiun Dini

Garuda Indonesia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (03/06/2021). PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Tbk atau GIAA tengah darurat utang, tak tanggung-tangung utang terbaru tembus Rp70 triliun.

Berbagai upaya sudah dilakukan salah satunya menawarkan pensiun dini hingga melakukan pengurangan jumlah operasional pesawat, juga promosi Garuda Eco Lite, Garuda Online Travel Fair.

Perusahaan juga diketahui melakukan pembukaan penerbangan langsung khusus kargo guna mendukung daya saing komoditas ekspor nasional dan pengembangan UMKM. Serta pengoperasian pesawat passenger freighter, optimalisasi layanan carter kargo, dan pengembangan layanan pengiriman barang Kirim Aja berbasis aplikasi digital.

Sebagai salah satu upaya bertahan, sebelumnya Garuda indonesia menawarkan pensiun dini kepada para karyawan. Penawaran pensiun dini akan berlangsung hingga 19 Juni 2021 juga diikuti dengan rencana perseroan memangkas jumlah pesawat yang beroperasi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

“Memang betul kami menawarkan pensiun dipercepat bagi karyawan Garuda. Tahun 2020 karyawan Garuda Indonesia saja 7.890 orang dan tahun lalu kita sudah melakukan program pensiun dini ini plus percepatan kontrak dari pegawai-pegawai kita,” ujar Irfan.

Tak sampai disitu, Menteri BUMN Erick Thohir mengusulkan supaya dilakukan pemangkasan dengan hanya menyisakan dua dewan komisaris saja untuk perseroan.

Kabar tersebut disampaikan usai menerima surat tembusan dari salah satu anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia, Peter Gontha yang meminta agar pembayaran dirinya dan para komisaris lain pada Mei 2021 ditangguhkan.

“Sangat bagus. Kita harus puji. Bahkan saya ingin mengusulkan, komisaris Garuda Indonesia hanya dua saja,” kata Erick Thohir.

Gayung bersambut, Erick menanggapi positif usulan Peter itu.

“Jadi usulan Peter Gonta bagus menurut saya. Jadi bener-bener mencerminkan keseriusan komisaris dan direksi Garuda,” jelasnya.

Sebagai informasi Garuda Indonesia tercatat terlilit utang sebesar USD 4,9 miliar atau setara Rp70 triliun, meningkat sekitar Rp1 triliun setiap bulan karena terus menunda pembayaran kepada pemasok.

Menurut catatan, Garuda Indonesia juga memiliki arus kas negatif dan utang minus Rp41 triliun.

Lilitan utang itu dikarenakan pendapatan perusahaan yang tidak bisa menutupi pengeluaran operasional.

Berdasarkan pendapatan Mei 2021, Garuda Indonesia hanya memperoleh sekitar USD 56 juta dan dalam saat bersamaan harus membayar sewa pesawat USD 56 juta, perawatan pesawat USD 20 juta, bahan bakar avtur USD 20 juta, dan gaji pegawai USD 20 juta.

Sementara itu, menurut keterangan Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Triawan Munaf menyampaikan, pihaknya siap tidak menerima gaji.

“Sudah disetujui. Isi dari surat itu substansinya ya bahwa dewan komisaris termasuk saya menyetujui langkah-langkah efisiensi yang terjadi di Garuda Indonesia. Termasuk pengurangan gaji, pemotongan gaji, peniadaan gaji,” kata Triawan kepada media.

Peniadaan gaji itu, kata Triawan, telah disetujui oleh seluruh anggota dewan komisaris Garuda Indonesia demi menyelamatkan perseroan yang tertimpa kesulitan finansial.

“Kita bukan cari uang di situ, kita cari hidup. Kita ingin menyelamatkan Garuda Indonesia secara finansial,” ujar Triawan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir juga berupaya, memberikan kesempatan Garuda Indonesia fokus pada bisnis penerbangan domestik dengan melayani perjalanan masyarakat antarpulau di Indonesia.

Tindakan itu dalam rangka untuk menyelamatkan Garuda Indonesia dari masalah finansial akibat kerugian yang dialami perseroan.

“Indonesia ini negara kepulauan, jadi tidak mungkin orang Indonesia menuju pulau lain pakai kereta, pilihannya ada dua yaitu kapal laut atau penerbangan. Garuda dan Citilink akan fokus kepada pasar domestik, bukan pasar internasional,” ujar Menteri Erick Thohir, dalam keterangannya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Menatap Layar Pengaruhi Penglihatan Mata Anda

Read Next

Kapan Ganjil-Genap Diberlakukan? Ini Jawabannya