ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Jejak Pasar Sore, Pasar Tradisional Desa Kolor

Jejak Pasar Sore, Pasar Tradisional Desa Kolor

Konfirmasitimes.com-Jakarta (02/06/2021). Pasar Anom di Desa Kolor Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep tercatat pernah memiliki beberapa pasar tradisional tua.

Namun kini, kebanyakan suasana pasar tradisional sudah tidak nampak lagi di situ, meski hanya bekasnya.

Seperti Pasar Sore, dulu diperkirakan ada sejak pertengahan abad 19 Masehi itu dulu begitu populer bagi warga Sumenep. Sesuai namanya, Pasar Sore memang beroperasi pada sore hari.

Letaknya persis di timur daya dalem Pangeran Kolonel atau Pangeran Kornel di Karangduak. Saat ini Karangduak menjadi nama salah satu Kelurahan di Kecamatan Kota Sumenep.

Sampai abad 20 menjelang abad 21, memang masih terlihat aktivitas pedagang di sekitar Pasar Sore. Kini, nama Pasar Sore sudah lebih dikenal sebagai nama perkampungan.

“Orang biasa menyebut Sar Sore. Karena orang Madura memang terbiasa menyebut tiga suku kata,” ujar RB. Muhlis, salah satu pemerhati sejarah di Kabupaten Sumenep, melalui keterangannya.

Pasar Sore memang dekat dengan dalem atau rumah kediaman Pangeran Kolonel atau Kornel yang disebut Loteng. Yaitu rumah megah berlantai dua. 

Pangeran Kornel yang bernama Pangeran Kusuma Senaningalaga tersebut, merupakan salah satu di antara beberapa anak laki-laki Sultan Sumenep, Abdurrahman Pakunataningrat.

Kornel merupakan pangkat beliau dalam dunia kemiliteran. Beliau memang Kepala Angkatan Perang Keraton Sumenep di masanya.

Dalam perkembangannya, Loteng Pangeran Kornel ini bermetamorfosis menjadi pesantren tertua di kawasan Kota Sumenep. Beberapa tokoh pesantren lawas di Sumenep tercatat pernah “ngaji” di pesantren Loteng.

Kembali ke Pasar Sore, aktivitas pasar tradisional di sana sudah tidak lagi terlihat.

Di pinggir-pinggir jalan yang kini ditetapkan sebagai Jalan Abdul Halim Perdanakusuma itu, memang masih terlihat aktivitas jual beli, namun dalam kemasan beda.

Yaitu aktivitas pertokoan atau pasar modern, yang sepi dari ciri khas pasar tradisional pada umumnya, seperti tawar menawar harga.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

PPDB MAN 2 Padang Dibuka Hari Ini

Read Next

Putusan MK Terkait Verifikasi Parpol Dinilai Berujung Pada Oligarki Partai Politik