ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945-2021

Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945-2021

Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945-2021

Oleh: Nukman Basori

Merenungi dan Menghayati serta meresapi Sila Sila Dalam PANCASILA untuk di amalkan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara sesuai dengan Norma Norma Agama Islam sesuai dengan isi kalimat yang terkandung di dalam nya:

SILA I
Ketuhanan yang Maha Esa

Manusia berketuhanan adalah manusia yang beragama bila dia beragama maka seharusnya menghindari diri dari hal-hal yang di larang agama misalnya mencuri/korupsi dll.

Serta menjalankan perintah agama seperti berbuat baik terhadap sesama dan berakhlaqul karimah.

Hidup dalam kebahagiaan dunia dan akherat karena Islam mengajarkan untuk bisa memberikan ke rahmatan bagi seluruh alam.

‎وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”

Kandungan Q.S. al-Anbiya ayat 107

  1. Islam adalah agama yang membawa rahmat dan perdamaian.
  2. Islam didakwahkan dengan baik tanpa paksaan.
  3. Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai penyebar Islam dengan rasa kasih sayang.

SILA II
Kemanusiaan yang adil dan beradab :

Dalam hal pergaulan atau bermuamalah tentunya yang lebih di utamakan adalah memanusiakan manusia dengan seadilnya serta menghargai apapun status nya dengan berkeadaban yang nyata.

Sebagai negara yang modern (tidak Primitif) tentunya tolok ukurnya bisa di lihat dari faktor peradaban warga nya hal ini menunjukkan kualitas daya pikir warga masyarakatnya apakah mampu menampilkan adab budaya kemanusiaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan makhluk lain nya karena semakin berilmu seseorang maka seharus nya selalu menggunakan akal pikiran nya dalam melakukan sesuatu hal.

Dan sudah selayak nya untuk menjalankan sesuatu kegiatan semestinya mengutamakan hal-hal yang berkaitan erat dengan nilai nilai kemanusiaan.

Tentunya dirinya sendiri harus menjadi orang yang bisa bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain nya hal ini sesuai dengan hadist rasulullah SAW :

‎عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »

Artinya: “Dari Jabir, ia berkata,”Rasulullah Saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Alloh Swt. menciptakan manusia itu dari berbagai macam bangsa dan bersuku-suku agar Kita bisa saling mengenal untuk bisa berinteraksi satu sama lainnya dan saling membantu dalam segala hal, ini lah inti dari kata kemanusiaan itu sendiri

Alloh Swt. juga sudah berfirman:

‎يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS.al-Hujurat:13).

Jadi memanusiakan manusia secara beradab adalah kewajiban setiap insan warga negara indonesia yang mempunyai ikatan kuat dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan sila ke II.

SILA KE III
Persatuan Indonesia

Dalam kewajiban sebagai insan warga negara indonesia maka wajib menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia sebagai mana tujuan dari berdiri nya bangsa ini.

Agama Islam telah mengajarkan penting nya persatuan dan tidak mudah bercerai berai.

Maka kekuatan ukhuwah harus lah tetap didahulukan karena dengan konsep trilogi uchuwa yang di inisiasi oleh muassis Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari dapat di minimalisir setiap jengkal perbedaan dalam hal apapun karena lebih mengedepankan rasa persaudaraan yang di bingkai dalam 3 pandangan persaudaraan yang bisa dilihat dari 3 aspek yaitu:

  1. Aspek agama yang di bingkai dalam wadah uchuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim)
  2. Aspek kenegaraan yang di bingkai dalam wadah ukhuwah wathoniyah (persaudaraan sebangsa dan se tanah air)
  3. Aspek sesama mahluq alloh yang di bingkai dalam wadah uchuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia) Allah Swt telah berfirman dalam Alquran

‎إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS.al-Hujurat:10).

SILA KE IV
Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dlm permusyawaratan perwakilan

Bila dicermati kata demi kata maka keputusan tertinggi urusan rakyat itu ada dlm keberkahan hikmah dari adanya kebijaksanaan melalui musyawarah yang diwakili oleh masing-masing perwakilannya.

Sesuai dengan sistem kenegaraan yang ada di indonesia maka perwakilan masyarakat dalam skala regional maupun nasional diwakili oleh masing-masing anggota dewan perwakilan yang dipilih oleh rakyat itu sendiri dalam periode lima tahunan.

Selain itu ditingkat sekala kecil mulai dari dusun, desa, kecamatan sejak awal budaya musyawarah telah tertanam ribuan tahun yang lalu di Nusantara ini.

Bahkan dalam Alquran juga telah disebutkan perintah untuk bermusyawarah dalam mengatasi persoalan

‎فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. “ (QS.al-Imran:159).

Dalam tafsir as-Sa’di dijelaskan bahwa sarana dakwah yang ampuh dapat menarik manusia ke dalam agama Allah adalah akhlak mulia. Oleh karena itu, Nabi Muhammad menggabungkan antara sikap memaafkan dan ihsan. Maksudnya dalam setiap urusan membutuhkan adanya musyawarah, pemikiran yang matang dan pandangan yang tajam.

SILA KE V
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Dalam sila kelima ini dimaksudkan untuk memberikan kedudukan dan hak yang sama sebagai warga negara dalam memperoleh hak hak nya dalam seluruh lini kehidupan berbangsa secara adil tanpa memperkecualikan siapapun yang menjadi warga negara Indonesia.

  • Berkeadilan di bidang ekonomi
  • Berkeadilan di bidang pendidikan, kesehatan,
  • Berkeadilan di bidang pangan, hukum dll tanpa membedakan statusnya

Karena setiap warga negara indonesia juga di samakan dalam hal kewajiban-kewajibannya terhadap negara maka sudah selayak nya hak hak nya juga harus di berikan secara adil.

Nabi Muhammad Saw. memahami benar bahwa masyarakat Arab harus menghilangkan ketidakadilan sosial dan harus menghapuskan kelas-kelas yang mempunyai hak istimewa di dalam masyarakat. Beliau menganggap bahkan dirinya sendiripun sebagai umat manusia yang biasa, sebagaimana sabdanya :

“Sesungguhnya aku adalah manusia sebagaimana kamu semua. Laki-laki dan wanita, majikan dan hamba sahaya, serta raja dan rakyatnya mempunyai hak yang sama di hadapan Allah dan hukum”.

Dengan kata lain, semuanya mempunyai hak sosial yang sama. Hal ini cukup terlihat di dalam Shalat yang biasa dilakukan sehari-hari ketika orang berkedudukan rendah dan tinggi, kaya dan miskin, berdiri berdampingan di hadapan Dzat yang Maha Tinggi.

Di bawah sistem kekuasaan nya, seorang budak memperoleh hak yang sama sebagai warga negara dan sebagai manusia yang merdeka.

Dalam hal keadilan sosial ini banyak sekali ayat2 Al quran yang menerangkan betapa penting nya untuk memberikan keadilan secara layak kepada masyarakat khusus nya yang kurang mampuh agar dapat sama-sama bisa menikmati kecukupan hidup di dunia ini.

Coba cermati beberapa ayat yang menyebutkan tentang hal itu :

Surah An nahl: 71

‎وَاللّٰهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ فِى الرِّزْقِۚ فَمَا الَّذِيْنَ فُضِّلُوْا بِرَاۤدِّيْ رِزْقِهِمْ عَلٰى مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيْهِ سَوَاۤءٌۗ اَفَبِنِعْمَةِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ

“Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?”.

Surah Al-Imran:180

‎وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَلِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

,”Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. “

Surah Al-Furqaan: 67

‎وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian”.

Surah Al-Hadiid: 11

‎مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗ وَلَهٗٓ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

‘Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak, “

Surah Adz-dzaariyaat: 19

‎وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian“.

Surah Al-Ma’un: 1, 2 & 3

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلٰي طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ

Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

Setelah kita merenungkan dan meresapi apa yang terkandung di dalam butir-butir pancasila.

Maka sebagai warga negara indonesia yang beragama mampuhkah kita mengamalkan nya dalam kehidupan sehari hari.

Sekalipun orang lain tak mempedulikan nya tapi sebagai warga negara yang baik marilah kita mencintai negeri ini sesuai dengan anjuran para ulama.

Hubbul wathon minal iman.

Cinta tanah air bagian daripada iman.

Selamat hari lahir pancasila 1 juni 1945-2021.

PS. SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Waspada Gelombang Tinggi 1 Hingga 7 Juni di Wilayah-wilayah Ini

Read Next

Serem! Pemuda Kudamati Saling Serang