ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Hari ini Pelantikan, Ini Daftar Nama Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Hari ini Pelantikan, Ini Daftar Nama Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/06/2021). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melantik para pegawai KPK yang lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Adapun jumlah yang dilantik sebanyak 1.271 pegawai.

Pelantikan digelar di Aula Gedung Juang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (01/06/2021).

Pelantikan digelar secara daring maupun luring. Hanya 53 perwakilan pegawai dan pejabat struktural yang hadir secara langsung ke Gedung Juang KPK. Sementara lainnya, diwajibkan untuk mengikuti pelantikan secara daring atau virtual.

Selain itu, masih ada 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos TWK. Dari 75 pegawai KPK itu, 51 di antaranya dinyatakan tidak bisa dibina lagi alias bakal dipecat. Sementara 24 lainnya, masih diberikan kesempatan untuk dibina kembali dengan mengikuti pendidikan bela negara dan tes ulang wawasan kebangsaan.

Berikut ini daftar nama para pegawai KPK yang tak lolos TWK :

  1. Sujanarko, Direktur PJKAKI
  2. Ambarita Damanik, Kasatgas Penyidik
  3. Arien Wuniasihulp, Mantan Plh Korsespim
  4. Chandra Sulistio Reksoprodjo, Karo SDM
  5. Hotman Tambunan, Kasatgas Diklat
  6. Giri Suprapdiono, Direktur Soskam Antikorupsi
  7. Harun Al Rasyid, Kasatgas Penyelidik
  8. Iguh Sipurba, Kasatgas Penyelidik
  9. Herry Muryanto, Deputi Bidang Korsup
  10. Arba’a Achmadin Yudho, Kabag Umum
  11. Faisal, Litbang
  12. Herbert Nababan, Penyidik
  13. Afief Yulian Miftach, Kasatgas Penyidik
  14. Budi Agung Nugroho, Kasatgas Penyidik
  15. Novel Baswedan, Kasatgas Penyidik
  16. Novariza, Fungsional PJKAKI
  17. Budi Sukmo Wibobo, Kasatgas Penyidik
  18. Sugeng Basuki, Korsup
  19. Agraria Adriana, Penyelidik
  20. Aulia Postiera, Penyelidik
  21. M Praswqd Nugraha, Penyidik
  22. March Falentino, Penyidik
  23. Marina Febriana, Penyelidik
  24. Yudi Purnomo, Penyidik
  25. Yulia Anastasia Fu’ada, Fungsional PO LHKPN
  26. Andre Desy Nainggolan, Kasatgas Penyidik
  27. Ahmad Fajar, Direktorat Deteksi dan Analisis Korupsi
  28. Airien Marttanti Koesniar, Kabag Umum
  29. Juliandi Tigor Simanjuntak, Fungsional Biro Hukum
  30. Nurul Huda Suparman, Plt kepala Bidang Pengelolaan Kinerja dan Risiko
  31. Rasamala Aritonang, Kabag Hukum
  32. Andi Abdul Rachman Rachim, Fungsional Gratifikasi
  33. Nanang Priyono, Kabag SDM
  34. Qurotul Aini Mahmudah, Dit Deteksi Analisis Korupsi
  35. Hasan, Penyidik
  36. Rizky Bayhaqi, Kasatgas Pelacakan Aset
  37. Rizka Anungnata, Kasatgas Penyidik
  38. Candra Septina, Litbang/Monitor
  39. Waldy Gagantika, Kasatgas Dit Deteksi
  40. Abdan Syakuro, Admin Deteksi dan Analisis Korupsi
  41. Ronald Paul, Penyidik
  42. Panji Prianggoro, Dit Deteksi dan Analisis Korupsi
  43. Damas Widyatmoko, Dit Manajemen Informasi
  44. Rahmat Reza Masri, Dit Manajemen Informasi
  45. Benydictus Siumlala Martin Sumarno, Fungsional Peran Serta Masyarakat
  46. Adi Prasetyo, Dit PP LHKPN
  47. Ita Khoiriyah, Biro Humas
  48. Tri Artining Putri, Fungsional Humas
  49. Christie Afriani, Fungsional PJKAKI
  50. Rieswin Rachwell, Penyelidik
  51. Samuel Fajar Hotmangara Tua Siahaan, Fungsional Biro SDM
  52. Wisnu Raditya Ferdian, Dit Manajemen Informasi
  53. Teuku Rully, Admin Penyidikan

Ada 22 nama pegawai yang tidak lolos TWK namun masih belum bisa dipublikasikan. Hingga kini, belum diketahui siapa saja 51 pegawai yang terancam dipecat dan 24 lainnya yang masih dimungkinkan untuk dibina.

Menanggapi pelantikan pegawai KPK menjadi ASN hari ini dinilai oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai bentuk arogansi pimpinan KPK.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menerangkan arogansi itu terlihat dari adanya pengabaian sejumlah hal mulai dari aturan perundang-undangan, arahan Presiden Joko Widodo hingga dugaan pelanggaran etika dalam soal asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Bagaimana tidak, sejumlah peraturan Perundang-Undangan mulai dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020 ditabrak begitu saja. Selain itu putusan Mahkamah Konstitusi pun dihiraukan,” kata Kurnia dalam keterangan tertulis, Selasa (01/06/2021)

“Bahkan perintah Presiden dianggap angin lalu oleh Pimpinan KPK. Potret pelanggaran etika atas pertanyaan dalam TWK yang diajukan sejumlah pegawai juga tak digubris,” lanjutnya.

Lebih lanjut, kata dia, pelantikan ini seakan menunjukan bahwa TWK hanya alat kepentingan Pimpinan KPK dengan beberapa pihak untuk menjalankan agenda di luar pemberantasan korupsi.

“Melihat hal ini semakin jelas dan terang benderang bahwa TWK ini hanya sekedar dijadikan alat oleh pimpinan KPK, dan kelompok tertentu untuk kebutuhan agenda di luar lingkup pemberantasan korupsi,” terang Kurnia.

Oleh karena itu, Kurnia mewakili ICW dengan tegas meminta agar Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan surat keputusan untuk melakukan pengangkatan pada 75 pegawai yang dianggap tak lolos TWK.

Para pegawai itu hendaknya juga diangkat untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Atas dasar itu maka ICW mendesak agar Presiden segera mengeluarkan surat keputusan untuk mengangkat 75 pegawai yang sedianya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk menjadi Aparatur Sipil Negara,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Dituduh Liberal, Ini Bukti Kesufian dan Kesalehan Gus Dur

Read Next

Warga Bogor Hati-hati, Dampak La Nina di Bulan Juni