ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
6 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Tingginya Hutang Pemerintah Buat Warganet Ketar-Ketir

Sri mulyani

Konfirmasitimes.com-Jakarta (28/05/2021). Hingga April 2021, tercatat hutang pemerintah Indonesia tembus Rp6.527,29 triliun.

Besaran hutang itu setara dengan 41,18 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Berdasarkan informasi di Buku APBN Kita edisi Mei 2021, hutang pemerintah ini masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 86,74 persen dan pinjaman sebesar 13,26 persen.

Rinciannya, hutang dari SBN tercatat Rp5.661,54 triliun yang terdiri dari SBN domestik Rp4.392,96 triliun dan valas Rp1.268,58 triliun. Sementara hutang melalui pinjaman tercatat Rp865,74 triliun. Pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp12,32 triliun dan pinjaman luar negeri Rp853,42 triliun.

Diketahui hutang dari pinjaman luar negeri ini terdiri dari pinjaman bilateral Rp328,59 triliun, pinjaman multilateral Rp480,81 triliun dan pinjaman dari commercial banks Rp44,02 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sebelumnya mencatat realisasi pembiayaan utang mencapai sebesar Rp410,1 triliun selama April 2021 atau setara 34,83 persen dari target Rp1.117,4 triliun. Besaran ini naik 80,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp Rp 226,8 triliun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pembiayaan utang yang mencapai Rp410,1 triliun berasal dari penarikan utang baru melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp416,7 triliun atau naik 79,90 persen dibandingkan April 2020. Penerbitan SBN ini sudah 34,52 persen dari target dalam APBN 2021 sebesar Rp 1.207,3 triliun.

Lebih lanjut, pembiayaan utang juga dipenuhi dari total pembelian lianoleh BI melalui SKB I mencapai Rp108,43 triliun dalam bentuk SUN Rp68,83 triliun dan untuk SBSN mencapai Rp39,6 triliun.

“Penerbitan SBN neto merupakan startegi untuk memanfaatkan momentum pasar keuangan yang masih kondusif dan mengantisipasi dinamika likuiditas,” kata Sri dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/05/2021).

Menanggapi tingginya hutang pemerintah Indonesia,

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah hingga April 2021 berada di angka Rp6.527,29 triliun. Posisi utang ini setara dengan 41,18 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Tingginya posisi utang pemerintah tersebut lantas membuat warganet bereaksi dengan memberikan berbagai komentar.

“Sedih bgt sih parah, bahkan ada tetangga gue dpt bantuan dr pemerintah terus nyokap bilang ke org itu: “sebenernya sedih jg ya bu dpt bantuan tp utang negara malah makin banyak, apa kita ga takut dijual sama china” Dan ttgga gue said :,” tulis @liliput_cutie di Twitter.

“Udah kyk liat twt bajer yg ngamuk2 utang negara tinggi, tp nyuruh pemerintah cetak duit sebanyak2nya HAHA,” tulis @ferrictation di Twitter.

“Hampir 100rb data PNS hantu negara terus keluarkan uang. Kl diperusahaan swasta, direktur sampe dirut udah habis dipecat2in. Kl pemerintah? Aman dan tenang2 saja krn uangnya dari utang. Bayar utang dari pajak. Jadi santai2 aja lah aparatur pemerintah,” tulis @saikru77 di Twitter.

“Kalo Utang Negara belum lunas sampe kiamat, Itu yang nanggung dosanya pemerintah apa di bagi rata sama rakyat?,” tulis @Rkdmwaifu di Twitter.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Abdullah bin Abbas, Sahabat Ahli Ilmu dan Hadist

Read Next

Jerman Akui Genosida Masyarakat Pribumi Namibia