ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
6 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Semua Video YouTube Bakal Muncul Iklan

YouTube

Konfirmasitimes.com-Jakarta (28/05/2021). Google mengubah syarat dan ketentuan penggunaan YouTube. Setidaknya ada beberapa poin perubahan mulai berlaku Juni 2021 mendatang.

Poin-poin itu terkait pembatasan pengumpulan informasi seperti fitur pengenalan wajah, hak baru YouTube untuk melakukan monetasi terhadap seluruh YouTuber, serta pembayaran royalti dan sistem pemotongan pajak.

Perubahan lainnya adalah wewenang baru kepada YouTube untuk melakukan monetasi di semua video tanpa terkecuali.

Google menyatakan bakal menayangkan iklan pada seluruh video yang beredar di YouTube. Hal ini berlaku untuk semua konten kreator, tak terkecuali YouTuber “kecil” yang belum melakukan monetasi.

“Kami secara bertahap akan menayangkan iklan di sejumlah video yang bersifat aman untuk brand di kanal-kanal yang tidak mengikuti YouTube Partner Program (YPP) atau perjanjian monetisasi,” kata YouTube dalam pernyataannya.

Penghasilan dari iklan itu secara otomatis masuk ke pihak YouTube tanpa sistem bagi hasil. Jadi kreator tidak akan menerima sepeserpun dari iklan yang ditayangkan pada video buatannya itu bila belum menerapkan monetisasi.

Adapun kreator bisa mendapatkan penghasilan setelah masuk kualifikasi sebagai YouTube Partner Program.

YouTube Partner Program (YPP) sendiri merupakan usulan Google untuk memberikan pembagian hasil bagi para kreator yang menjadi bagian dari program ini. Untuk menjadi YPP, pengguna harus memiliki 4.000 jam waktu tonton publik yang valid dalam 12 bulan terakhir, serta minimal 1.000 subscriber.

Artinya, YouTuber dengan subscriber sedikit dan bukan bagian dari YPP tidak akan mendapatkan insentif walaupun ada iklan di videonya. Sekali lagi, semua iklan yang masuk ke dalam video kreator kecil akan langsung dikantongi YouTube tanpa sistem bagi hasil.

Sebagai informasi, keberadaan iklan akan menghambat pertumbuhan akun-akun kreator, baik yang kecil maupun besar. Karena pada akhirnya, audiens akan mengurangi waktu mereka menonton video karena semakin banyak iklan yang mereka tonton.

Tak hanya itu, Google mengumumkan per 1 Juni 2021, semua penghasilan yang didapat kreator dari perjanjian dengan YouTube -misalnya, dari YPP- akan dikenakan sebagai royalti menurut perspektif pajak AS dan bakal dipajaki sesuai ketentuan.

Selain itu, YouTuber juga akan dikenakan pajak penghasilan dari para penonton di AS lewat iklan, YouTube Premium, Super Chat, Super Stickers, dan Channel Memberships.

Jadi, Kreator asal AS hanya perlu membayar pajak dari negaranya. Sementara, YouTuber dari luar AS harus dua kali membayar pajak, yakni pajak dari negara sendiri dan pajak dari AS, jika memperoleh pendapatan dari negara tersebut.

“Para rekanan di luar AS harus melengkapi informasi pajak mereka di AdSense sesegera mungkin untuk mengetahui apakah ada pajak AS yang dikenakan ke pembayaran. Google bisa menarik pajak dari pembayaran mulai 1 Juli 2021 (mencakup pendapatan Juni),” tulis YouTube.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Menlu AS Peringatkan Israel Soal Rencananya di Sheikh Jarrah dan Quds Timur

Read Next

Doa dan Dzikir di Hari Jumat