ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
6 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Wow Tak Perlu Kuliah, Program Fast Track Bantu Siswa SMK Kerja Lebih Cepat

Catat!, Ini Syarat Mahasiswa Penerima Bantuan Terdampak Pandemi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/05/2021). Melalui Kampus Merdeka Vokasi, siswa SMK bisa cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan lebih cepat.

Diketahui, kebijakan di dalam Kampus Merdeka Vokasi yakni Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)-Diploma Dua (D2)  Jalur Cepat,  atau Program SMK-D2 Fast Track, dan upgrade D3 menjadi D4. Tujuannya adalah untuk membuat semakin link and match  dengan industri dan dunia usaha.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto mengatakan, Kampus Merdeka Vokasi merupakan satu rangkaian dengan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

“Jadi semangat filosofinya itu, kita kembangkan. Ini perluasan dari Kampus Merdeka, kita adopsi, kita luaskan, menjadi Kampus Merdeka Vokasi,” ujar Wikan, dalam webinar bincang pendidikan di Jakarta, Kamis (27/05/2021).

“Jadi bukan sekedar pingin upgrade  D3 jadi D4, malah ingin bikin kelas-kelas yang lebih link and match, mungkin kelas program kerja sama, atau kelas  industri,” imbuh Wikan.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Beny Bandanadjaya menjelaskan, untuk episode Merdeka Belajar 11, pihaknya fokus kepada kemerdekaan dalam proses  pembelajaran di pendidikan tinggi vokasi.

“Kita tahu, kalau vokasi itu salah satu yang  menjadi cirinya adalah banyaknya  praktek dibandingkan dengan teori. Di sini kita juga punya program baru.

Ada program SMK-D2 Fast Track, dimana antara SMK,  Pendidikan Tinggi Vokasi, dan juga industri menjalin kerjasama untuk melaksanakan kegiatan Pendidikan sampai level jenjang Diploma Dua. 

“Ini salah satu bentuk merdekanya kepada siswa.  Jadi kemerdekaan dalam arti siswa  lulus pada semester 6,  pada saat mereka selesai di SMK nya atau melanjutkn langsung ke perguruan tinggi vokasi, karena sudah dikerjasamakan SMK dengan  Pergurun Tinggi, maka mereka  langsung masuk, kemudian perguruan tinggi  memberikan pengakuan beberapa  SKS terhadap hasil pembelajaran  SMK, sehingga mereka bisa menyelesaikan  D2 dalam waktu  satu setengah tahun atau  3 semester.  

“Jadi  saya kira antara Kampus Merdeka di Merdeka Belajar 2 dengan  Merdeka Belajar 11 itu,  sebetulnya satu  visi yang sama yaitu memberikan  kesempatan yang seluas-luasnya  kepada peserta didik, dan juga  perguruan tinggi untuk bisa  berkiprah lebih lanjut  dalam pendidikan tinggi, khususnya,” jelasnya. 

Sebagai contoh, kata Wikan, pengembangan D4 teknik electro, antara Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Vokasi UGM, dan  Vokasi Undip dulu menginisiasi D4 teknik elektro,  bersama PLN, mulai kurikulum dibikin bersama, project based leaning, dosen-dosennya juga banyak dari PLN  rutin,  magangnya nanti juga di PLN,  sampai sertifikasi kompetensi pun juga dirancang bersama dengan PLN, pokoknya itu link and match.  

“Nah itu salah satu contoh, bahwa kalau kita ingin mendorong link and match, maka perlu kita turunkan menjadi program yang nyata, upgrading D3 jadi D4. Menambah satu tahun,  tapi penambahan satu tahun itu, benar-benar penambahan penguatan yang top kompeten, leadership-nya,  bekerjanya itu lebih tinggi, sehingga ujung-ujungnya itu  industri dan dunia kerja itu  lebih puas, ketika nanti menerima  lulusan-lulusan kita,” terang Wikan. 

“Bayangkan materi-materi training  dari PLN. Ketika yang di training itu masuk ke PLN,  dipindah ke kurikulum kita saja, Jadi ketika lulus, PLN tidak perlu mentraining ulang, karena sudah diajar bersama. Magangnya pun juga di PLN,  selama setengah tahun minimal, hingga satu tahun lebih juga tidak  apa-apa.  Otomatis mereka kalau lulus sudah siap diserap oleh PLN,” jelasnya.

Sama halnya dengan SMK Fast Track, saat  D3 nanti naik ke D4,  siapa yang yang mengisi sebagai teknisi ahli,  sebagai operator ahli D2  Fast Track,  dan tidak perlu lama-lama,  cukup SMK ditambah satu semester itu, langsung bisa magang di industri selama setahun. Jadi total cukup 3 semester.

“Jadi industri diuntungkan, karena  industri mendapatkan tenaga kerja yang lebih technical, tapi lebih cepat. Tidak perlu menunggu D3, cukup D2, dan D2-nya hanya satu semester di kampus, satu tahun magang  di industri langsung,” kata Wikan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Halal Bi Halal MWC NU Ringinrejo Kediri

Read Next

Doa Ketika Sedih dan Putus Asa