ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Ritel-ritel di Indonesia Ucapkan ‘Selamat Tinggal’

Ritel-ritel di Indonesia Ucapkan 'Selamat Tinggal'

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/05/2021). Pandemi covid-19 di Indonesia memperparah sistem perekonomian di Indonesia. Hampir di semua lini mengalami kerugian parah, seperti gerai-gerai ritel di Indonesia tutup satu demi satu.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan, selama kurun waktu 15 bulan belakangan, ada ratusan ritel tutup.

“Kenyataannya kita lihat, Aprindo menghitung tahun 2020 setiap hari bahwa tutup hampir 5-6 toko, di 2021 tutup 1-2 toko,” kata Ketua Umum Aprindo Roy Mandey dalam sebuah program berjudul Closing Bell, beberapa waktu lalu.

Roy mengungkapkan gaya belanja konsumen sudah berubah di pandemi ini. Perusahaan ritelpun akhirnya mengalami kondisi fluktuatif, bahkan under perform.

Saat ini, para peritel menjalankan usahanya dengan memanfaatkan dana cadangan, setidaknya untuk bisa bertahan enam bulan. Saat dalam rentang waktu itu belum ada tanda pulih secara signifikan, maka pelaku usaha memutuskan menutup operasional secara keseluruhan.

Baru-baru ini, manajemen PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengumumkan semua gerai Giant tutup mulai Juli 2021.

Ritel-ritel di Indonesia Ucapkan 'Selamat Tinggal'

Direktur HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan, perusahaan sedang melakukan transformasi besar-besaran agar ke depan bisnis HERO bisa tetap bersaing dengan bisnis ritel makanan lainnya di Indonesia.

Meski demikian, gerai-gerai Giant yang tutup tersebut akan berubah menjadi IKEA dan Hero Supermarket.

Keputusan penutupan gerai itu, kata Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk. Patrik Lindvall, berdasarkan pada cukup tingginya potensi pertumbuhan penjualan yang diraup IKEA dalam menjalankan bisnis di sektor rumah tangga untuk kelas atas.

Patrik mengungkapkan popularitas Giant kini mengalami penurunan.

“Kami tetap meyakini bahwa sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” ujar Patrik, melalui keterangan resminya, Selasa (25/05/2021) lalu.

Lebih lanjut, kedepannya perseroan berencana merubah lima gerai Giant menjadi IKEA dengan harapan bisa menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

Tak hanya itu, perseroan juga akan menggarap Guardian dan Hero Supermarket yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan lebih tinggi dari Giant.

Dengan target waktu dua tahun, perseroan menargetkan jumlah gerai IKEA bisa bertambah empat kali lipat dari tahun 2020. Sedangkan untuk akhir tahun 2022 perseroan menargetkan membuka setidaknya 100 gerai Guardian baru.

Mendekati waktu penutupan gerai-gerai tersebut, manajemen perusahaan berkode saham HERO itu mengaku masih bernegosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga.

Sebagai informasi, Hero Supermarket Group didirikan di Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 1971 oleh Muhammad Saleh Kurnia dengan toko pertama di Jalan Faletehan, Jakarta.

Imbas dari pandemi covid-19 membuat ekonomi bergejolak dan stagnan. Akibatnya tak sedikit yang kesulitan secara finansial termasuk perusahaan.

Tahun lalu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) atau Matahari Store juga dilaporkan menutup gerai retailnya. Perusahaan melaporkan menutup 6 gerainya di akhir Desember 2020 lalu.

Dalam keterangannya manajemen LPPF dalam keterbukaan informasi BEI, Minggu (29/11/2020) lalu mengatakan bahwa keenam gerai besar tersebut ditutup karena tidak menguntungkan. Adapun lokasi gerai berada di Jawa sebanyak 4 gerai, Bali 1 gerai, dan Sulawesi 1 gerai.

“Dengan begitu, jumlah gerai akan berkurang dari 153 menjadi 147 gerai pada akhir 2020,” tulisnya.

Lalu, pada Oktober 2020, perusahaan juga menutup 7 gerai besarnya. Penutupan gerai dilakukan sebab perseroan mengalami penurunan kinerja keuangan perusahaan dalam sembilan bulan terakhir akibat pandemi COVID-19.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Department Store Terry O’Connor mengatakan, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar Rp 617 miliar sepanjang Januari hingga September 2020. Hal ini sejalan dengan pendapatan perusahaan yang juga anjlok 57,5 persen menjadi Rp 3,3 triliun.

Untuk mengurangi dampak pandemi, manajemen menjalankan beberapa strategi di antaranya pengetatan biaya serta upaya negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa.

Langkah ini berhasil menurunkan beban operasional sebesar 26,2 persen pada kuartal ketiga dan 29,3 persen pada periode Januari sampai dengan September.

Tak hanya Giant dan Matahari Store yang tutup. Pusat perbelanjaan Golden Truly juga dilaporkan menutup operasionalnya pada 1 Desember 2020 lalu. Manajemen mengubah model bisnisnya menjadi online.

Dengan keputusan ini, maka gedung bekas Golden Truly yang berlokasi di Jalan Gunung Sahari nomor 59, Jakarta Pusat ini akan dikelola oleh pengembang baru.

Kemudian ada Gramedia, Manajemen PT Gramedia Asri Media, pemilik toko buku Gramedia memutuskan tak memperpanjang masa sewa di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat yang habis pada Oktober 2020. Gerai itu sudah beroperasi sekitar 15 tahun.

Perusahaan sengaja tidak memperpanjang kontrak lantaran terdapat beberapa gerai di dekat Mal Taman Anggrek, yakni gerai di Mal Ciputra dan Mal Central Park (CP).

Selain itu, jumlah kunjungan pelanggan ke Gramedia Mal Taman Anggrek terus menurun sehingga menjadi pertimbangan manajemen untuk menutup gerai di mal tersebut.

Manajemen Centro Department Store juga diberitakan menutup dua gerainya baru-baru ini. Pertama, gerai yang berada di Plaza Ambarukmo. Kedua, Centro Department Bintaro Xchange, Tangerang Selatan, Banten akan ikut ditutup. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Sholawat Laukana Bainanal Habib cover Nidhom

Read Next

Membuat 10 Juta Subscriber Kurang Dari 1jam !!!!!