ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 September 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

PPKM Mikro Diperpanjang Hingga 14 Juni 2021

PPKM Mikro Diperpanjang Hingga 14 Juni 2021

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/05/2021). Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Mikro diperpanjang hingga 14 Juni 2021 dan diterapkan di 34 provinsi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin Rapat Koordinasi evaluasi PPKM Mikro yang digelar secara virtual, di Bogor pada Kamis (27/05/2021).

“Dengan demikian, per 1 Juni 2021, total seluruh 34 Provinsi telah ditetapkan untuk menerapkan PPKM Mikro,” ujar Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Dengan demikian, maka Pemerintah menetapkan perpanjangan dan perluasan PPKM Mikro, yang mana menetapkan PPKM Mikro Tahap IX dari tanggal 1 hingga 14 Juni 2021, dan memperluas cakupannya dengan menambah provinsi Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

Seperti di tahapan-tahapan sebelumnya, perpanjangan dan perluasan penerapan PPKM Mikro itu, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri yang akan mulai diberlakukan tanggal 1 Juni 2021 mendatang.

Airlangga menjelaskan cakupan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang diterapkan dalam rangka pelaksanaan PPKM Mikro tahapan ini, masih tetap sama dengan periode sebelumnya. Kepala Daerah (Gubernur) menentukan Kabupaten/ Kota mana saja di wilayahnya, yang menerapkan PPKM Mikro, serta memastikan pelaksanaan PPKM Mikro berjalan baik dengan pembentukan Posko Desa, serta pengendalian pada tingkat mikro sampai dengan tingkat RT/RW.

Setelah pemantauan beberapa minggu pasca lebaran, kebijakan Peniadaan Mudik dan Pengetatan Persyaratan Perjalanan pada Idul Fitri 2021 ini mengurangi mobilitas masyarakat di semua moda transportasi. Pelaksanaan arus balik pasca libur lebaran 2021 juga berjalan lancar dan terkendali. Namun perlu diantisipasi lonjakan mobilitas dan potensi lonjakan kasus covid-19 pada minggu ketiga s.d minggu kelima pasca libur lebaran (27 Mei 2021 s.d pertengahan Juni 2021).

“Setelah pemantauan dua minggu pasca lebaran ini, kita terus memonitor dengan ketat perkembangan kasusnya pada dua atau tiga minggu selanjutnya, dan mengantisipasi melalui perpanjangan PPKM Mikro dan pengetatan persyaratan perjalanan pasca libur lebaran,” kata Airlangga.

Peraturan selama PPKM Mikro Diterapkan

Seperti yang sudah-sudah, aturan PPKM mikro tertera dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 10 Tahun 2021 yang ditandatangani oleh Tito Karnavian, pada 3 Mei 2021.

Dalama aturan itu, disebutkan adanya pembatasan pada tempat kerja/perkantoran dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 50 persen dan work from office (WFO) 50 persen.

Lalu, kegiatan belajar mengajar secara daring (online) dan tatap muka (offline).

Untuk perguruan tinggi dibuka secara bertahap dengan proyek percontohan yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Kepala Daerah (Perkada) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Selanjutnya, kegiatan restoran atau makan/minum di tempat dibatasi 50 persen. Layanan pesan antar diperbolehkan sesuai dengan jam operasional restoran dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Jam operasional dibatasi untuk pusat perbelanjaan/mal sampai dengan pukul 21.00 dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Kemudian dalam hal ibadah, kapasitas tempat ibadah dibatasi 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan fasilitas umum diizinkan dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen yang diatur dengan Perda atau Perkada.

Lalu, kegiatan seni, sosial, dan budaya yang memicu menimbulkan kerumunan diizinkan dibuka maksimal 25 persen dengan pengetatan protokol kesehatan.

Terkait sektor transportasi, kendaraan umum diberlakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional.

Kegiatan konstruksi diizinkan berjalan 100 persen, demikian pula dengan sektor-sektor esensial, seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi, perbankan, dan logistik.

Para kepala daerah juga diminta mengantisipasi potensi kerumunan yang mungkin terjadi selama masa PPKM mikro, baik yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi, pasar, pusat perbelanjaan atau mal, serta kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan yang dapat melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu, diinstruksikan pula agar para kepala daerah melakukan pengetatan kegiatan masyarakat di fasilitas umum atau tempat wisata, dengan menerapkan kewajiban screening tes antigen/GeNose untuk fasilitas berbayar atau lokasi wisata indoor.

Di fasilitas umum/lokasi wisata, protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat.

Meski begitu, aktivitas masyarakat di fasilitas umum/lokasi wisata dilarang di daerah yang berada di zona merah atau oranye Covid-19.

PPKM mikro dilakukan melalui koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat, mulai dari ketua RT/RW, kepala desa/lurah, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Dasawisma, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, tenaga kesehatan, dan Karang Taruna serta relawan lainnya.

Sebelumnya PT Transjakarta selaku operator bus transjakarta mengubah jam operasional dalam rangka menyesuaikan kebijakan PPKM Mikro lama yang diperpanjang hingga 31 Mei 2021 .

Perubahan itu sebagai tindak lanjut keputusan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 196 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Teknis Pembatasan Kapasitas Angkut Dan Waktu Operasional Sarana Transportasi Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro.

Direktur Operasional PT Transjakarta Prasetia Budi menyampaikan hal ini sebagai dukungan kepada pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19, khususnya pada sektor transportasi umum selama masa pemberlakukan PPKM berskala Mikro. Perubahan jam operasional ini efektif berlaku sejak Minggu (23/05/2021) kemarin.

Semua layanan Transjakarta mulai BRT dan Non BRT akan diperpendek yakni akan beroperasi dan melayani masyarakat mulai pukul 05.00 – 21-30 wib serta layanan armada malam hari (Amari) beroperasi hingga pukul 23.00 wib, ujar Prasetia di Jakarta.

Sama seperti TransJakarta, MRT juga merubah jam operasionalnya saat PPKM Mikro berlaku. Pelaksana tugas (Plt) Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo, perubahan waktu operasional kereta tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 196 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Teknis Pembatasan Kapasitas Angkut Dan Waktu Operasional Sarana Transportasi Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro .

“PT MRT Jakarta (Perseroda) kembali melakukan perubahan waktu operasional yang akan diberlakukan mulai Senin, 24 Mei 2021,” ujar Pratomo, beberapa waktu lalu.

Adapun jam operasional MRT Jakarta yang baru yaitu untuk Senin-Jumat mulai pukul 05.00 sampai 21.30 WIB. Sementara pada Sabtu-Minggu atau akhir pekan mulai pukul 06.00-21.00 WIB.

Kemudian untuk jarak antar kereta atau headway saat kam sibuk yaitu 5 menit sekali. Sedangkan diluar jam sibuk berjarak 10 menit.

“Weekend (akhir pekan) atau hari libur tiap 10 menit. Pembatasan jumlah pengguna 70 orang per kereta (gerbong),” terangnya.

Cara naik MRT Jakarta

Sebelum masuk ke dalam MRT, sebaiknya anda perlu tahu bagaimana cara naik MRT Jakarta dengan benar dan sesuai aturan, di bawah ini adalah cara naik MRT Jakarta:

  1. Masuklah ke dalam stasiun MRT.
  2. Pergi ke arah Loket atau Ticket Vending Machine (TVM).
  3. Pilih antara Single Trip Ticket (STT) atau Multi Trip Ticket (MTT) saat membeli tiket.
  4. Tempelkan tiket MRT (tap in) pada gerbang masuk penumpang.
  5. Mengantrilah di belakang garis aman pada peron stasiun selagi menunggu MRT datang.
  6. Cara naik MRT selanjutnya adalah selalu ingat untuk mendahulukan penumpang turun terlebih dulu sebelum masuk ke dalam kereta.
  7. Setelah tiba di stasiun tujuan, tempelkan kembali tiket MRT (tap out) pada gerbang keluar.
Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kapal Nigeria Terbalik, Lebih dari 150 Orang Dalam Pencarian

Read Next

Tutorial Sablon Manual, Cat Pigmen