ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
6 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kuba Tekankan Tak Menyerah Begitu Saja Terhadap Sanksi AS

Kuba Mengutuk Tindakan Dramatis AS

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/05/2021). Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyebut desakan Washington untuk mempertahankan negaranya dalam daftar negara yang mensponsori terorisme sebagai “pesimisme Washington” dan menekankan bahwa Havana tidak akan menyerah pada sanksi-sanksi AS yang menindas.

“Kerajaan (AS) ini bertekad untuk membebaskan rakyat Kuba,” tulis perdana menteri Kuba dalam pesan Twitter menanggapi klaim Departemen Luar Negeri bahwa negara itu tidak bekerja sama dengan upaya kontraterorisme, kantor berita AFA melaporkan.

Adapun ada 243 sanksi yang dijatuhkan oleh Donald Trump waktu itu.

“Tidak ada yang menyerah di sini,” tulisnya, menekankan perlawanan Kuba terhadap sanksi pemerintah AS yang menindas.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez baru-baru ini men-tweet sebagai tanggapan atas sikap pemerintahan Biden: “Tuduhan ini aneh dan keterlaluan karena pemerintahan Biden mengikuti kebijakan dan pendekatan yang sama dari pemerintahan Trump.”

Hanya 10 hari sebelum berakhirnya masa kepresidenan mantan Presiden AS Donald Trump, Gedung Putih sekali lagi menambahkan Kuba ke daftar negara yang mensponsori terorisme.

Pemerintahan Barack Obama telah menghapus Kuba dari daftar negara yang mensponsori terorisme pada tahun 2015, tetapi hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba jelas memburuk selama pemerintahan Donald Trump.  

Keputusan baru Joe Biden untuk mempertahankan Kuba dalam daftar negara yang mensponsori terorisme telah menarik kebencian yang kuat dari para pejabat Kuba, dengan juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengumumkan sebelumnya (pada bulan Maret) bahwa hubungan yang lebih dekat dengan Kuba, mirip dengan kepresidenan Obama, diprioritaskan.

Pada tahun 2008, ketika saudara laki-laki Fidel Castro (pemimpin revolusioner Kuba dan mitos anti-imperialis) Raul Castro menjabat, Barack Obama, di sisi lain, memutuskan untuk mencabut beberapa pembatasan terhadap orang Kuba. Akibatnya, di tahun yang sama, selama masa kepresidenan Barack Obama dan dengan perubahan kebijakan luar negeri AS, setelah setengah abad sanksi dan blokade ekonomi penuh Kuba, hubungan kedua negara kembali berlanjut.

Tetapi kesepakatan itu tidak bertahan lama, dan dengan penggulingan Donald Trump dari Partai Republik, itu dibatalkan secara sepihak, dan tekanan terhadap negara anti-imperialis Amerika Latin meningkat.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Napak Tilas Makam Mbah Jembluk Pasir Muncang, Purwokerto

Read Next

Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 Dipantau dari Wilayah Banyumas