ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Hilang kontak, Basarnas Berhasil Evakuasi Para Pendaki Gunung Gamalama

Hilang kontak, Basarnas Berhasil Evakuasi Para Pendaki Gunung Gamalama

Konfirmasitimes.com-Ternate (24/05/2021). Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau BASARNAS berhasil menemukan empat pendaki yang hilang di Gunung Gamalama .

BASARNAS menerjunkan anggota guna mencari empat pendaki Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (22/05/2021) petang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun konfirmasitimes.com, keempat pendaki yang hilang itu masing-masing bernama Amir, Ilham, Febriansyah dan Randi.

Mereka berasal dari Kelurahan Kasturian, Ternate. Diketahui salah satu pendaki yakni Febriansyah dengan ketiga rekannya mendaki Gunung Gamalama pada Sabtu (22/05/2021) pukul 07.00 WIB.

Kepala Basarnas Kota Ternate Muhamad Arafah menyampaikan, pihaknya telah memberangkatkan satu tim penyelamat menuju ke lokasi dengan menggunakan rescue car untuk melakukan operasi pencarian. Tim diterjunkan ke lokasi hilangnya empat pendaki setelah menerima laporan dari Samsudin, orang tua salah satu korban pada Minggu (23/05/2021) pukul 02.10 WIT.

Adapun dalam pencarian ini melibatkan personel Basarnas, Polri TNI dan warga Kelurahan Kasturian, tutur arafah.

Menurut keterangan dari Samsudin, pelapor, mengungkapkan terakhir kontak dengan pihak keluarga melalui telpon selulernya pada pukul 16.00 WIT. Setelah itu anaknya susah dihubungi.

Basarnas Ternate bersama tim gabungan, sebelumnya berhasil menemukan salah satu pendaki dalam kondisi selamat bernama Agung (19 tahun), warga Kelurahan Sangaji Kota Ternate.

Berhubung kakinya terkilir sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan ke puncak gunung, Agung bergerak turun ke kampung setelah melakukan perkemahan di puncak Gamalama.

Setelah melakukan pencarian selama 4 jam, akhirnya tim Penyelamat Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Malut menemukan empat pendaki dalam kondisi selamat.

Arafah menyebutkan, sekitar pukul 06.30 Wit, keempat korban telah ditemukan Tim SAR dan tim Gabungan pada di ketinggian 1.550 Mdpl dalam keadaan selamat dan selanjutnya ke empat korban dievakuasi ke daerah pemukiman warga di Kelurahan Moya.

Minggu pukul 08.50 Wit, keempat pendaki yaitu Febriansyah, Amir, Ilham dan Randi berhasil dievakuasi. Kemudian korban dikembalikan ke rumah masing-masing di Kelurahan Kasturian Kota Ternate

“Dengan ditemukannya keempat korban dalam keadaan selamat, maka Operasi SAR ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” ujarnya.

Gunung Gamalama Ternate

Gunung tinggi yang menjulang terlihat gagah berdiri seolah menguasai Pulau Ternate. Hamparan pepohonan terbentang membentuk balutan selimut hijau sejauh mata memandang. Suara desiran ombak terdengar lembut menderu dan tenangkan jiwa. Ternate bagaikan sebuah pulau dengan gunung Gamalama sebagai pusatnya.

Gunung Gamalama Ternate

Berbicara Ternate tidak akan pernah lepas dari keberadaan Gunung Gamalama. Gunung ini adalah salah satu Gunung vulkanik tinggi yang terdapat di Indonesia. Gamalama memiliki ketinggian mencapai 1.715 meter di atas permukaan laut dengan Hutan hijau lebat mencapai ketinggian 1.500 meter. Hal yang menarik dari Gunung Gamalama adalah bentuknya yang kerucut dan merupakan keseluruhan bagian dari Pulau Ternate.

Tidak hanya terkenal akan keindahannya, gunung besar ini juga memiliki sejarah yang luar biasa terkait perjalanan panjang manusia yang mendiami Ternate sejak masa lampau. Nama Gunung Gamalama berasal dari kata Kie Gam Lamo yang berarti “Negeri yang Besar” dan menjadi simbol kebesaran bangsa yang mendiami Pulau Ternate. Salah satu kisah Legenda yang lahir dari peristiwa letusan Gunung Gamalama adalah asal-usul terjadinya Danau Tolire. Awalnya, Danau Toire adalah sebuah desa yang bernama Soela Takomi dan pada tahun 1775 Gunung Gamalama meletus hingga menghancurkan Desa ini bersama penduduknya.

Gunung Gamalama sudah lebih dari 60 kali mengalami letusan. Letusan pertamanya tercatat pada tahun 1538 dan sudah memakan korban jiwa hingga ratusan orang. Letusan gunung ini terkenal dahsyat hingga menutupi langit Ternate bahkan membuat penduduk Ternate mengungsi ke Tidore. Walaupun letusan Gunung Gamalama tergolong besar dan tidak pernah berhenti bergejolak, namun penduduk Ternate tidak pernah menyusut meninggalkan Ternate. Bahkan, laju pertumbuhan penduduk Ternate selalu bertambah dari tahun ke tahun hingga Ternate menjadi salah satu pusat aktivitas Provinsi Maluku Utara.

Aktivitas letusan Gunung Gamalama juga berdampak terhadap kebudayaan dan tradisi masyarakat setempat. Salah satu tradisi yang muncul adalah Kololie Kie yang setiap tahun ditampilkan dalam festival Legu Gam. Tradisi unik ini adalah warisan nenek moyang penduduk Ternate yang berupa ritual mengitari Gunung Gamalama sembari mengunjungi sejumlah tempat dan makam keramat. Tradisi unik ini dilakukan sebagai upaya memanjatkan doa kepada Sang Kuasa dan para leluhur agar Gunung Gamalama tidak meletus.

Gunung Gamalama juga merupakan gunung yang menantang bagi para pendaki atau pencinta alam. Untuk mendaki gunung ini tidak dikenakan biaya sepersen pun, namun para tetua adat biasanya akan menyarankan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum mendaki dan menjaga kebersihan alam. Selain itu, para pendaki biasanya tidak diperbolehkan naik dalam jumlah ganjil karena penduduk setempat percaya jika ganjil, maka salah satu dari mereka akan celaka.

Keberadaan Gunung Gamalama tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah penduduk Ternate. Bahkan, keindahan alam Gunung Gamalama pun memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Ternate, mulai dari mata pencaharian pertanian hingga pariwisata yang terkenal hingga ke mancanegara. Kisah kelam tentang letusan Gunung Gamalama memang tidak dapat dihilangkan dari ingatan, namun kekayaan alam berupa perkebunan cengkeh dan pala di sepanjang lereng gunung juga patut untuk dibanggakan sebagai bagian dari kekayaan Indonesia. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Komisi Eropa Desak Untuk Menghukum Mereka yang Bertanggung Jawab Atas Pendaratan Pesawat di Minsk

Read Next

Panduan Mengecek Daftar Nama Penerima BLT Dana Desa