ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Tentara Myanmar: Aung San Suu Kyi Akan Segera Hadir di Pengadilan

Aung San Suu Kyi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/05/2021). Komandan Angkatan Darat Myanmar Min Aung Long mengatakan dalam wawancara pertamanya sejak kudeta militer Februari pada hari Sabtu bahwa Aung San Suu Kyi, pemimpin pemerintah rakyat negara itu, dalam keadaan sehat dan akan segera hadir di pengadilan.

Kudeta militer Myanmar, yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan, telah menjerumuskan negara itu ke dalam krisis politik dan ekonomi di Asia Tenggara, Reuters melaporkan.  

Aung San Suu Kyi termasuk di antara 4.000 orang yang ditahan oleh militer Myanmar sejak kudeta dimulai pada Februari. Dia telah didakwa oleh militer Myanmar dengan penyadapan ilegal dan pengungkapan rahasia dan dokumen rahasia.  

“Aung San Suu Kyi aman,” kata Komandan Angkatan Darat Myanmar Min Aung Hlaing dalam wawancara dengan televisi China Phoenix, yang sebagian ditayangkan Sabtu. Dia ada di rumah dan akan muncul di pengadilan dalam beberapa hari ke depan.  

“Kami melihat kecurangan yang meluas dalam pemilihan tahun lalu, dan militer memutuskan untuk merebut kekuasaan,” kata komandan militer Myanmar tentang kudeta militernya.  

Komisi pemilihan Myanmar membantah tuduhan kecurangan dalam pemilihan umum.  

“Militer akan mengadakan pemilihan dan, dengan persetujuan rakyat, perubahan konstitusi kemungkinan besar akan terjadi,” tambahnya.  

Menurut media lokal Myanmar, persidangan Aung San Suu Kyi akan berlangsung pada Senin di ibu kota Myanmar, Naypyidaw.  

Sementara itu, protes atas kudeta dan bentrokan militan dengan aparat keamanan Myanmar terus berlanjut di berbagai kota.  

Surat kabar Myanmar Irvadi dan Mizima melaporkan pada hari Sabtu bahwa militan Tentara Pembebasan Kachin menyerang pangkalan militer di dekat kota Kameti.  

Gambar yang dipublikasikan menunjukkan kebakaran di lokasi bentrokan. Media lokal juga mengklaim bahwa tiga tentara Myanmar terluka dan sembilan lainnya ditangkap oleh militan selama bentrokan tersebut.  

Asosiasi Myanmar untuk Bantuan Tahanan Politik mengatakan lebih dari 812 orang telah dibunuh oleh pasukan militer Myanmar sejak kudeta dimulai. Namun militer membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan 300 orang, termasuk 47 petugas polisi, tewas.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Wisata Kota Batu; Tempat Pilihan untuk Bulan Madu

Read Next

Mahasiswi ITS Tangani Limbah Industri Pakai AI