ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Rumah Artefak, Tempat Belajar Cagar Budaya Blora

Rumah Artefak, Tempat Belajar Cagar Budaya Blora

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/05/2021). Tempat penyimpanan benda cagar budaya milik Pemerintah kabupaten Blora berada di rumah artefak di kompleks GOR Mustika.

Benda-benda cagar budaya yang dirawat di rumah artefak Blora adalah sumbangsih atau hibah dari masyarakat yang peduli akan cagar budaya, dan hasil-hasil riset BPSMP Sangiran di Kabupaten Blora.

“Kedepannya kita berharap agar ada perhatian dalam bentuk penganggaran yang proporsional, yang sangat diperlukan dalam perawatan koleksi museum milik Pemkab ini,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora Ainia Shalichah

Rumah artefak ini berpotensi menjadi sarana edukasi dan pusat informasi cagar budaya khususnya bagi pelajar di Kabupaten Blora dan masyarakat secara luas.

“Semoga segera terwujud museum sebagai sarana edukasi dan pusat informasi cagar budaya Blora,” kata Ainia.

Supaya tercapai pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya sesuai amanah UU No 11 tahun 2010 Tentang Cagar Budaya dan UU No 5 tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Apalagi saat ini Kabupaten Blora juga sudah memiliki perda tentang cagar budaya,” ujarnya.

Sebagai informasi, di rumah artefak ini tersimpan sekitar 200 buah benda cagar budaya dari empat peradaban, mulai masa Prasejarah, masa Klasik Hindu Budha, masa Islam hingga masa Kolonial, yang sehari hari dijaga dan dirawat oleh petugas dari Dinporabudpar Blora.

Selain sebagai tempat penyimpanan artefak, rumah artefak juga melaksanakan kegiatan perawatan dan konservasi benda cagar budaya, yang ditangani oleh para staf seksi sejarah kepurbakalaan, yang telah mendapatkan pelatihan di BPSMP (Balai Pelestarian Situs Manusia Purba) di Sangiran, BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Provinsi Jawa Tengah, dan lain-lain.

Ratusan benda cagar budaya di rumah artefak ini sebagian besar berasal dari hibah oleh masyarakat yang tergabung dalam komunitas FPSBB  (Forum Peduli Sejarah Budaya Blora), dari hasil riset oleh BPSMP Sangiran di Blora.

Serta beberapa koleksi pemkab yang berasal dari temuan masyarakat yang diapresiasi dalam bentuk ganti untung.

Koleksi di rumah artefak diantaranya ada fosil-fosil dari kepala banteng, kepala kerbau, gading gajah purba, peralatan manusia purba, perhiasan bekal kubur Kalang, arca dari masa klasik, peralatan dan berbagai senjata dari masa Islam serta kolonial.

Kegiatan konservasi serta perawatan di rumah artefak berjalan terbuka dan masyarakat yang tertarik bisa belajar bersama, bagaimana menangani benda cagar budaya sesuai standart perawatan yang benar. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jurnalis Yahudi Pro-Palestina Dipecat dari Associated Press

Read Next

Keutamaan Puasa Syawal