ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Jurnalis Yahudi Pro-Palestina Dipecat dari Associated Press

Jurnalis Yahudi Palestina Pro-Palestina Dipecat dari Associated Press

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/05/2021). The Associated Press telah memecat Emily Wilder, seorang aktivis hak asasi Palestina, karena memposting pesan di media sosial yang mengkritik Israel karena melanggar kebijakan media organisasi.

Menurut situs Basfield dan surat kabar London Guardian; Jurnalis Yahudi Universitas Stanford berusia 22 tahun itu, baru tiga minggu menjabat di kantor Associated Press di Phoenix, Arizona, lalu dia dipecat usai memposting ulang pesan media sosial lamanya yang mengkritik Israel serta kegiatan akademisnya dalam mendukung Palestina.

Seorang juru bicara Associated Press membenarkan keputusan tersebut dengan mengatakan bahwa salah satu anggota staf telah berbicara untuk menghindari menciptakan kondisi berbahaya bagi jurnalis lain di tempat kejadian.

Menurut Wilder; Pemimpin redaksi Associated Press tidak menanggapi untuk mengomentari salah satu pesan Twitter miliknya, yang tidak melanggar kebijakan agensi. Seorang juru bicara organisasi tidak mengomentari pesan khusus yang diposting di media sosial.

Beberapa wartawan dan jurnalis mengkritik keputusan Associated Press pada hari Jumat, menunjuk pada dampak yang sangat negatif pada pandangan rekan-rekannya yang pro-Palestina dalam menghadapi opini publik.

Selama perang 12 hari dengan Gaza, rezim tersebut menghancurkan kantor kantor berita tersebut bersama dengan beberapa outlet media lainnya di wilayah Palestina.

Milisi Zionis yang menduduki melancarkan serangan brutal dan agresi terhadap Jalur Gaza dan Palestina pada 10 Mei, yang sejauh ini telah menewaskan 230 orang, termasuk 65 anak-anak, 39 wanita dan 17 orang lanjut usia, serta melukai 1.719 orang.

Tindakan Israel untuk menghancurkan dan menduduki lingkungan Sheikh Jarrah di bagian timur Yerusalem yang diduduki telah memicu bentrokan di wilayah pendudukan dan berlanjutnya bentrokan tersebut telah menyebabkan protes global terhadap kejahatan Zionis. Perlawanan Palestina juga telah melancarkan serangan roket ke wilayah pendudukan sebagai tanggapan atas agresi dan serangan Zionis di Gaza.

Kabinet Israel dengan suara bulat menyetujui gencatan senjata dalam pertemuan tiga jam pada Kamis malam setelah 11 hari tidak mampu menghentikan serangan roket oleh kelompok perlawanan. Gencatan senjata didirikan antara kelompok-kelompok Palestina dan rezim Zionis pada pukul 2 pagi waktu setempat pada hari Jumat, dan rakyat Palestina merayakan kemenangan perlawanan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mahasiswi ITS Tangani Limbah Industri Pakai AI

Read Next

Rumah Artefak, Tempat Belajar Cagar Budaya Blora