ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Indonesia Bersiap Ekspor Singkong Lebih dari 160 Ribu Ton ke Eropa

Indonesia Bersiap Ekspor Singkong Lebih dari 160 Ribu Ton ke Eropa

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/05/2021). Uni Eropa (UE) memberikan lampu hijau kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk melakukan ekspor singkong (manioc) dengan tarif enam persen dan jumlahnya hingga 165.000 ton per tahun.

Izin ekspor ini berhasil diraih usai RI dan UE berhasil menyelesaikan enam putaran perundingan modifikasi skedul konsesi Uni Eropa untuk tariff rate quota (TRQ) untuk produk manioc sejak 2018 lalu.

“Keberhasilan perundingan Indonesia ini memberikan ‘pekerjaan rumah’ dan tantangan untuk memanfaatkan hasil perundingan. Diharapkan petani Indonesia dapat meningkatkan kapasitas produksi ubi kayu dan pelaku usaha/eksportir lebih giat menggunakan TRQ dengan tarif enam persen,” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Dirjen PPI Kemendag) Djatmiko Bris Witjaksono, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/05/2021).

Dari kesepakatan itu, kata Djatmiko, Indonesia berpeluang memanfaatkan pasar manioc di UE 27 yang menurut data Trademap.org nilainya mencapai US$494.531.000 (sekitar Rp7 triliun) pada 2020.

Djatmiko menyebutkan berdasarkan jumlah itu berarti Indonesia masih hanya berkontribusi sebesar US$661.000 (sekitar Rp 9,4 miliar)

“Pasar manioc di Uni Eropa sebagian besar dikuasai Kosta Rika yang menikmati fasilitas tarif nol persen dari Uni Eropa,” kata Djatmiko.

Sementera itu, menurut keterangan Duta Besar RI untuk World Trade Organization (WTO) Syamsul Bahri Siregar, TRQ adalah fasilitas penting untuk memperkuat ekspor manioc Indonesia ke UE dan Kemendag telah berjuang untuk mendapatkan konsesi ini.

Perjanjian ini dinilai menjadi kabar baik di tengah stagnan nya berbagai perundingan sektor pertanian di forum WTO dan banyaknya tantangan menembus ekspor produk pertanian ke pasar UE.

“Perjanjian ini merupakan hasil negosiasi Pemerintah Indonesia di forum multilateral untuk memperbarui dan mempertahankan kuota ekspor komoditas ubi kayu atau singkong dari Indonesia yang menjadi hak sepenuhnya negara mitra dagang UE,″ kata Syamsul untuk WTO.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Polisi Israel Bentrok Lagi dengan Warga Palestina, 97 Orang Luka-luka

Read Next

Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu 22 Mei, Waspada Hujan di Malam Hari untuk Wilayah Ini