ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Uniknya Rumah Batak di Desa Ini

Uniknya Rumah Batak dan Alam Asri Disekitarnya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/05/2021). Mengindentifikasi masyarakat Batak bisa melalui suasana kampungnya. Ciri-cirinya terdapat kumpulan rumah Batak.

Kumpulan rumah Batak ini bisa ditemukan di Dusun Parsigajaan, Desa Batu Moror, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.

Kampung Batak ini masih dibatasi dengan barisan bambu.

Hingga kini Rumah Batak masih berdiri kokoh dengan dilengkapi ukiran khas Batak juga.

Setiap pengunjung disuguhkan suasana kampung Batak dengan segala nilai-nilai kebersamaan yang hingga saat ini dijunjung tinggi.

Di kampung Batak, terlihat rumah tradisional Batak Toba dengan motif yang sama. Itulah tanda bahwa masyarakat Batak dikenal sebagai masyarakat yang kompak dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

Seorang petualang di kawasan Toba, Liber Pardede, menerangkan bahwa keunikan kampung Batak yakni masyarakatnya masih tinggal di dalam rumah yang umurnya seratusan tahun.

“Umur rumah tersebut sudah ada yang lebih dari seratus tahun. Dan, ini masih mereka tinggali. Kami lihat bahwa kawasan tersebut amat cocok dikembangkan untuk pariwisata,” kata Liber Pardede, dalam keterangannya kepada media, Kamis (20/05/2021).

Pengunjung yang datang akan menikmati suasana alam yang cantik dan asri.

“Suasana yang masih kental dengan persaudaraan pun membuat kita betah tinggal di sana. Kita juga berkomunikasi di tempat tersebut. Anak-anak dan orang tua pun ramah di sana,” jelasnya.

Tak hanya itu, pengunjung akan dimanjakan dengan lingkungan yang asri dan terawat. Terutama pohon-pohon yang tumbuh di sekitar kampung Batak.

“Kalau kita ke sana, nuansa tradisionalnya dapatlah. Saat ke sana, kita nikmatilah keramahtamahan masyarakat di sana,” katanya.

Uniknya, kata Pardede, rumah Batak Toba tidak menggunakan paku. Namun, rumah tradisional Batak Toba ini kuat dan tahan akan gempa karena masing-masing kayu saling menopang.

Untuk mencapai lokasi, bila dari wilayah Balige, pengunjung bisa menghabiskan waktu kurang lebih satu jam dalam perjalanan.

“Lebih kurang, kita habiskan waktu sejam menuju perjalanan. Soalnya jalan ke sana pun bagus. Kita pasti menikmati perjalanan juga sebab pemandangan indah pun ada selama perjalanan,” tuturnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Alasan Pemkab Kapuas Tak Adakan Seleksi CPNS

Read Next

Aksi Solidaritas Bela Palestina: MUI, OKP, ORMAS Nyatakan Sikap Dukung Palestina