ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Indonesia dan Rusia Bahas Ketegangan Israel-Palestina: Ini Bukan Konflik Agama

Indonesia dan Rusia Bahas Ketegangan Israel-Palestina: Ini Bukan Konflik Agama

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/05/2021). Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan Duta Besar Rusia Mrs. Lyudmila G. Vorobyova berdialog membahas perdamaian dunia.

Agama, kata Yaqut, memiliki peran besar untuk menyatukan dunia dengan memperbanyak dialog lintas agama (interfaith dialogue).

“Sejarah kita ini juga menunjukkan bagaimana agama-agama selain bisa mempersatukan manusia juga bisa mendestruksi peradaban umat manusia,” kata Menag Yaqut, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (20/05/2021).

Yaqut mencontohkan konflik politik Israel-Palestina, perlu adanya kesadaran semua pihak untuk menghilangkan sifat destruktif agama.

“Contoh yang paling akhir adalah bagaimana konflik politik di Israel dan palestina itu kemudian di beberapa tempat dimodifikasi menjadi konflik agama. Oleh karena itu saya yakin kita sama-sama punya tanggung jawab untuk menghilangkan sikap destruktif agama,” lanjut Yaqut.

Yaqut menilai jika konflik yang terjadi adalah murni karena agama tentunya hal ini tidak dapat dibenarkan.

“Karena pasti tidak ada satu pun agama yang mengajarkan tentang kekerasan,” kata Yaqut.

Menag Yaqut mengharapkan konflik Israel-Palestina bisa diselesaikan dan ditempatkan pada posisi semestinya.

“Bahwa ini bukan konflik agama. Ini ada persoalan lain di dalamnya. Sehingga Indonesia, Rusia, dan negara-negara yang peduli dengan perdamaian dunia dapat membantu menyelesaikan ini,” kata Menag.

Hal yang sama juga disampaikan Dubes Rusia Mrs. Lyudmila G. Vorobyova menilai konflik antara Israel-Palestina sangat kompleks. Rusia pun sependapat bahwa agama saat ini digunakan untuk mengusung kepentingan politik bagi mereka yang berkepentingan.

“Saya berharap kita dapat bergerak bersama mencari cara untuk menghentikan konflik yang terjadi. Kita harus bersama menghentikan perang, karena banyak manusia yang telah menjadi korban. Setiap agama tentunya mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang,” kata Vorobyova.

Sebagai informasi, Indonesia dan Rusia saat ini telah memiliki hubungan diplomatik selama kurang lebih 70 tahun. Salah satu bentuk kerja sama yang kerap dilakukan adalah dengan membangun dialog lintas iman.

Negara dengan mayoritas penduduk beragama orthodox ini juga mengayomi berbagai pemeluk agama lain. Sampai hari ini tercatat terdapat sekitar 20 juta penduduk muslim, tiga jutaan umat Buddha, serta katolik, protestan, dan Kristen aliran lainnya.

Dialog lintas iman antara Indonesia – Rusia sekurangnya telah dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pada 2016,2018, dan 2019. Dubes Vorobyova berharap pandemi dapat segera berakhir sehingga berbagai agenda terkait dialog lintas iman yang biasanya dilaksanakan Indonesia dan Rusia dapat terlaksana kembali.

“Kami berharap pertemuan hari ini dapat ditindaklanjuti secara teknis dan melanjutkan dengan kerjasama-kerjasama yang lebih nyata,” kata Vorobyova.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Sesak Nafas? Jangan Panik, Lakukan Senam Pernafasan

Read Next

Wagub Papua Klemen Tinal Meninggal Dunia; Kemendagri: Koordinasi Urus Jenazah