ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Petani Dataran Tinggi Gayo Sukses Tanam Padi Inpari 28, Apa sih Kelebihannya

Padi menguning siap di panen

Padi menguning siap di panen

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/05/2021). Para petani di kecamatan Lut Tawar dan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah bersiap untuk panen padi di sawah.

Pandemi tak menyurutkan semangat para petani di dataran tinggi Gayo untuk melakukan bertani. Para petani tetap bersemangat untuk menggarap lahan sawah mereka demi memperkuat cadangan pangan keluarga sekaligus mempertahankan ketahanan pangan masyarakat di daerahnya.

Adapun saat ini para petani di dua kecamatan di kabupaten Aceh Tengah ini, menggunakan benih unggul padi yang adaptatif untuk dataran tinggi Gayo. Sudah lebih dari tujuh tahun, sebagian besar petani di daerah ini sudah menggunakan benih padi Inpari 28 yang sudah terbukti punya daya adaptasi di dataran tinggi dan produktivitas rata-ratanya juga relatif tinggi dibandingkan dengan varietas lokal.

Menurut keterangan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah, Ir. Nasrun Liwanza, MM, untuk musim tanam rendengan tahun 2021 ini, pihaknya membantu penyediaan benih padi varietas Inpari 28 untuk luas areal penanaman 300 hektare pada dua kecamatan yang berada di pinggiran Danau Laut Tawar tersebut. Menurut Nasrun, dipilihnya varietas Inpari 28 ini karena selain para petani di daerah ini sudah cukup familiar dengan varietas ini, produktivitasnyapun relatif tinggi.

“Kami sudah menguji beberapa varietas padi unggul untuk dikembangkan di dataran tinggi, dan ternyata varietas Inpari 28 ini yang menurut kami sangat adaptatif dan produktivitasnya lumayan tinggi, lagi pula para petani juga sudah cukup familiar dengan varietas ini, karena mereka sudah mencobanya beberapa tahun” kata Nasrun Liwanza, dalam keterangannya ketika ikut melakukan penen bersama petani di desa Toweren kecamatan Lut Tawar, Rabu (19/05/2021).

Dalam kesempatan yang sama Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menilai adanya alih teknologi  penggunaan varietas unggul ini sangat bermanfaat untuk menunjang keberhasilan sektor pertanian, terutama dalam meningkatkan hasil produksi dan meningkatkan ketahanan pangan.

“Kami merasa bangga, para petani di dataran tinggi Gayo sudah mampu menghasilkan produksi 6,5 sampai 7,5 ton gabah kering panen per hektar sekali panen dengan menggunakan varietas Inpari 28 ini, ini merupakan kenaikan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan menggunakan varietas padi lokal yang produktivitas rata-ratanya hanya 4.2 ton per hektar, selain itu umur padi Inpari juga lebih pendek yaitu sekitar 3,5 bulan, sementara padi lokal umurnya sampai 6 bulan, ini artinya selain ada kenaikan produktivitas juga ada efisiensi waktu dan biaya produksi,” kata Bupati Aceh Tengah.

Penggunaan bibit varietas Inpari 28 ini, kata Bupati, diharapkan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan  oleh semua petani, karena selain produktivitasnya tinggi, penggunaan varietas ini juga memungkinkan petani untuk dapat bertanama padi lebih dari sekali dalam setahun.

“Harapan kami, penggunaan bibit padi Inpari 28 ini dapat terus dipertahankan kedepannya, tentunya kami juga berharap semua kelompok tani ikut mendukung program ini dengan melaksanakan budidaya tanaman padi sesuai petunjuk teknis oleh Dinas Pertanian maupun pendampingan oleh penyuluh pertanian di lapangan, dan kepada dinas teknis terkait, saya minta agar menfasilitasi dan menjamin ketersediaan benih unggul ini untuk musim tanam berikutnya,” ungkap Bupati Shabela.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Catat, Ini Syarat Pendaftaran Maba Politeknik PU

Read Next

Jepang Berencana Tingkatkan Anggaran Militernya