ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Mengenang Wiranto Arismunandar, Mendikbud Era Soeharto yang Meninggal di Usia 87 Tahun

Mengenang Wiranto Arismunandar, Mendikbud Era Soeharto yang Meninggal di Usia 87 Tahun

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/05/2021). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 17 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998 dan Mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) dikabarkan menghembuskan nafas terakhir pada Rabu 19 Mei 2021, pukul 13.04 WIB di RS Pondok Indah Jakarta.

Informasi meninggalnya Prof Wiranto ini juga disampaikan oleh akun resmi ITB di Twitter.

“Rektor, Pimpinan, dan Segenap Keluarga Besar ITB turut berdukacita atas berpulangnya Prof Ir Wiranto Arismunandar MSME,” cuit akun Twitter resmi ITB.

Prof Wiranto adalah kakak dari mantan pangkostrad dan mantan ketua KONI, Jenderal Wismoyo Arismunandar.

Mantan Mendikbud ini sebelumnya rektor ITB pada 1988-1997. Ia lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 19 November 1933, meninggal 19 Mei 2021 pada umur 87 tahun.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia juga menyampaikan duka mendalam di akun Twitternya.

“Keluarga besar Kemendikbudristek turut berdukacita atas berpulangnya Bapak Wiranto Arismunandar, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 17 Maret 1998–21 Mei 1998. Semoga beliau beristirahat dengan tenang dan amal ibadahnya diterima Allah Swt. Amin.,” cuit @Kemdikbud_RI di Twitter, Kamis (20/05/2021).

Profil Wiranto Arismunandar

Prof. Ir. Wiranto Arismunandar, MSME sebelumnya Rektor Institut Teknologi Bandung masa jabatan tahun 1988-1997 dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia periode 17 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998.

Pada periode 16 Februari 1978 – 30 Mei 1979 Wiranto termasuk salah satu anggota Rektorium ITB yang dipimpin oleh Soedjana Sapi’ie, suatu masa di mana kelangsungan hidup ITB berada pada posisi genting, sebagai akibat dari gerakan mahasiswa ITB yang dianggap bertentangan dengan pemerintah. Rektorium dibentuk untuk mengisi kekosongan kepemimpinan ITB setelah Prof. Iskandar Alisjahbana selaku rektor ITB diberhentikan secara mendadak pada tanggal 14 Februari 1978.

Wiranto Arismunandar menikah dengan Sekarningroem Jooce, dikaruniai 6 orang anak, yaitu: Roy Indiarto (alm), Stefina, Savarina, Mira Marina, Ariati, dan Budiarto.

Prof Wiranto pernah mendapat sejumlah penghargaan seperti Satyalancana Dwidya Sistha (1968, 1983, 1989, 1992), lalu Satyalancana Karya Satya Kelas I (1990) dan kemudian Bintang Jasa Utama (1998).

Karir

  • Guru Besar Termodinamika ITB (1973)
  • Wakil Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (1978-1989)
  • Rektor ITB (1988-1997)
  • Ilmuwan Senior Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (sejak 1989)
  • Penasihat Ahli PT. Dirgantara Indonesia (sejak 1989)
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (1998)

Menurut Wikipedia, Prof. Wiranto termasuk salah satu anggota Rektorium ITB periode 16 Februari 1978 – 30 Mei 1979, kala itu dipimpin oleh Soedjana Sapi’ie, suatu masa di mana kelangsungan hidup ITB berada pada posisi genting, sebagai akibat dari gerakan mahasiswa ITB yang dianggap bertentangan dengan pemerintah. Rektorium dibentuk untuk mengisi kekosongan kepemimpinan ITB setelah Prof. Iskandar Alisjahbana selaku rektor ITB diberhentikan secara mendadak pada tanggal 14 Februari 1978.

Masa jabatan sebagai Rektor ITB diembannya dalam periode 12 Desember 1988-7 Maret 1997 menggantikan Prof. Hariadi P. Soepangkat, Ph.D. yang sudah dua kali menjabat rektor sejak 1980 hingga 1988. Dengan demikian, maka nama Wiranto Arismunandar tercatat dalam lintasan sejarah kepemimpinan ITB sebagai rektor kesepuluh ITB atau rektor ke dua puluh enam Kampus Ganesha sejak TH Bandung didirikan.

Wiranto Arismunandar sosok yang dikenal memiliki semangat untuk selalu bermanfaat dan menebar kebaikan kepada orang lain. Hal itu ditunjukkannya melalui sebuah tulisan yang terpajang di Plaza Widya Nusantara.

“Supaya kampus ini menjadi tempat anak bangsa menimba ilmu, belajar tentang sains, seni, dan teknologi;
Supaya kampus ini menjadi tempat bertanya, dan harus ada jawabnya;
Supaya kehidupan kampus ini membentuk watak dan kepribadian;
Supaya lulusannya bukan saja menjadi pelopor pembangunan, tetapi juga pelopor persatuan dan kesatuan bangsa.”

Wiranto Arismunandar

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pasar Saham Bergejolak, Bitcoin Turun Drastis

Read Next

33 Kantor Media di Gaza Menjadi Sasaran Serangan Israel