ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
1 August 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021, Menkominfo: Terus Pertahankan Makna Kebangkitan Nasional

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021, Menkominfo: Terus Pertahankan Makna Kebangkitan Nasional

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/05/2021). Hari Kebangkitan Nasional di peringati setiap tanggal 20 Mei, tepatnya hari ini Kamis 20 Mei 2021.

Tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bahkan bangsa Belanda pada waktu itu melihat lahirnya Budi Utomo sebagai bangkitnya Indonesia.

Hari Kebangkitan Nasional memiliki makna bagaimana menerapkan semangat nasionalisme dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional adalah untuk mengenang kembali bagaimana semangat perjuangan bangsa Indonesia tempo dulu untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai pembangunan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny Gerard Plate melalui siaran virtual yang ditayangkan Akun YouTube Kominfo TV pada Kamis (20/05/2021) menyampaikan makna kebangkitan nasional harus terus dipertahankan.

“Makna kebangkitan nasional yang harus terus dipertahankan dan diaktualisasikan lintas generasi,” kata Johnny.

Kebangkitan Nasional adalah bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menggabungkan diri melalui gerakan organisasi yang sebelumnya tidak pernah muncul selama masa penjajahan.

Lebih lanjut, makna kebangkitan nasional bisa menjadi ruh gerakan perlawanan kepada para penjajah. Dengan begitu, semangat perjuangan mengusir penjajah dapat senantiasa dikobarkan pada beberapa waktu lalu.

“Kebangkitan nasional mampu menjadi ruh gerakan perlawanan terhadap penjajah,” kata Menteri Johnny.

Makna kebangkitan nasional yang erat dengan kemanusiaan adalah menjadikan inspirasi dalam pembangunan bangsa. Sehingga, setiap kebijakan yang dirumuskan pemerintah berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Membawa Indonesia menuju pengelolaan negara yang lebih terbuka,” imbuhnya.

Lalu, makna kebangkitan nasional yang mewujudkan kehidupan bangsa yang bermartabat di mata dunia adalah mengembangkan demokratisasi yang mewujudkan penegakan hukum. Fokus utamanya, kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dalam negeri.

“Inilah agenda kontekstual yang sejatinya lebih dari cukup untuk mengantarkan bangsa Indonesia ke cita-cita ketiga,” katanya.

Sebagai informasi, dulu, ada Organisasi Boedi Oetomo (Budi Utomo) yang lahir pada tanggal 20 Mei 1908. Budi Utomo disebut-sebut sebagai organisasi modern yang pertama di Indonesia, di mana kelahirannya lalu dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei setiap tahunnya diperingati oleh bangsa Indonesia.

Organisasi Budi Utomo didirikan oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo. Pada 1908 dr. Wahidin Soedirohoesodo berkeliling Jawa mencari dana untuk membiayai pelajar-pelajar yang pandai tapi miskin. Meskipun sebenarnya adalah seorang dokter, namun dr. Wahidin sangat giat dalam usaha memajukan pendidikan.

Lahirnya organisasi Budi Utomo langsung disambut para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan dalam satu tahun saja anggotanya mencapai 10.000 orang.

Pada masa itu, perkumpulan semacam ini memang baru pertama kalinya di Indonesia. Di organisasi itu, banyak pemuda Indonesia yang melatih dirinya dan menjadi pemimpin dari berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan yang lahir kemudian.

Suatu ketika, dr. Wahidin kala itu bertemu dengan 3 orang mahasiswa sekolah kedokteran Stovia di Jakarta, diantaranya Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Suraji. Ketiga mahasiswa itu sudah lama mengagumi Mas Wahidin melalui majalah Retno Dumilak.

Lalu dalam pertemuan tersebut, Sutomo mengusulkan kepada dr. Wahidin agar usaha-usahanya diperluas. Tak hanya bidang pendidikan saja, melainkan juga pertanian, peternakan, perniagaan, industri, hingga kesenian. Maka untuk mewujudkannya, perlu didirikan organisasi atau perkumpulan.

Sutomo dan teman-temannya kemudian menyiapkan sebuah pertemuan besar. Mereka mendanai sendiri pertemuan itu, dan bahkan ada yang menjual sarung plekat yang saat itu sangat laris. Ada juga yang menjual sorban, menyumbang uang jajan, hingga uang sakunya.

Pertemuan itu akhirnya terlaksana pada tanggal 20 Mei 1908. Lahirlah organisasi yang lengkap dengan peraturan-peraturan dasarnya seperti tujuan, rancangan kegiatan, anggota, serta pengurus organisasi.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Resep Sarapan Telur untuk Diet

Read Next

Tidak Asal; Inilah Muassal Tradisi Ketupat Lebaran