ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Zaid bin Tsabit, Tokoh Penyelamat Al Quran

Zaid bin Tsabit, Tokoh Penyelamat Al Quran

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/05/2021). Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari adalah salah seorang yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan menuliskan kembali Al-Quran dalam satu mushaf.

Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari lahir pada tahun 612M. Zaid bin Tsabit berasal dari keturunan Bani Khazraj, yang mulai tinggal bersama Nabi Muhammad ketika ia hijrah ke Madinah. Ketika berusia berusia 11 tahun, Zaid bin Tsabit dikabarkan telah berhasil menghafal 11 surah Alquran.

Zaid bin Tsabit kemudian meninggal tahun 637M atau 15 Hijriah.

Putranya, Kharijah bin Zaid, menjadi seorang tabi’in besar dan salah satu di antara tujuh ulama fiqih Madinah pada masanya.

Waktu itu, pada zaman kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, Zaid bin Tsabit adalah salah seorang yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan menuliskan kembali Al-Quran dalam satu mushaf. Dalam perang Al-Yamamah banyak penghafal Al-Quran yang gugur, sehingga membuat Umar bin Khattab cemas dan mengusulkan kepada Abu Bakar untuk menghimpun Al-Quran sebelum para penghafal lainnya gugur. Mereka kemudian memanggil Zaid bin Tsabit dan Abu Bakar mengatakan kepadanya: “Anda adalah seorang pemuda yang cerdas dan kami tidak meragukanmu”. Setelah itu Abu Bakar menyuruh Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-Quran.

Zaid bin Tsabit juga salah seorang sahabat Nabi Muhammad dan merupakan penulis wahyu dan surat-surat Nabi. Zaid bin Tsabit turut serta bersama Nabi Muhammad dalam perperangan Khandaq dan peperangan-peperangan lainnya. Dalam peperangan Tabuk, Nabi Muhammad menyerahkan bendera Bani Najjar yang sebelumnya dibawa oleh Umarah kepada Zaid bin Tsabit. Ketika Umarah bertanya kepada Nabi, ia berkata: “Al-Quran harus diutamakan, sedang Zaid lebih banyak menghafal Al-Quran daripada engkau.”

Zaid bin Tsabit diketahui meriwayatkan sembilan puluh dua hadist, yang lima daripadanya disepakati bersama oleh Iman Bukhari dan Imam Muslim. Bukhari juga meriwayatkan empat hadist yang lainnya bersumberkan dari Zaid bin Tsabit, sementara Muslim meriwayatkan satu hadist lainnya yang bersumberkan dari Zaid bin Tsabit. Zaid bin Tsabit diakui sebagai ulama di Madinah yang keahliannya meliputi bidang fiqih, fatwa dan faraidh (waris).

Kekuatan daya ingat Zaid bin Tsabit telah membuatnya diangkat penulis wahyu dan surat-surat Nabi Muhammad semasa hidupnya, dan menjadikannya tokoh yang terkemuka di antara para sahabat lainnya.

Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit bahwa: Rasulullah SAW berkata kepadanya “Aku berkirim surat kepada orang, dan aku khawatir, mereka akan menambah atau mengurangi surat-suratku itu, maka pelajarilah bahasa Suryani”, kemudian aku mempelajarinya selama 17 hari, dan bahasa Ibrani selama 15 hari.

Zaid bin Tsabit diangkat menjadi bendahara pada zaman pemerintahan Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar. Ketika pemerintahan Khalifah Utsman, Zaid bin Tsabit diangkat menjadi pengurus Baitul Maal. Umar dan Utsman juga mengangkat Zaid bin Tsabit sebagai pemegang jabatan khalifah sementara ketika mereka menunaikan ibadah haji.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Dear Jokowi Menggema; Presiden Dinilai Pilih Kasih

Read Next

Mulai Hari Ini, Tiket Kapal Pelni Bisa Dibeli Secara Daring