ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bank Gak Mau Nurut Pemerintah, Menkop Teten: Kami Prihatin

Bank Gak Mau Nurut Pemerintah, Menkop Teten: Kami Prihatin

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/05/2021). Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengungkapkan keprihatinannya perihal penyaluran KUR yang kurang memuaskan.

Teten mengatakan masih menemukan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) mikro Rp50 juta yang meminta agunan atau jaminan.

Implementasi penyaluran KUR di lapangan belum memuaskan.

“Kami tetap prihatin karena dalam praktiknya KUR mikro yang Rp50 juta masih tetap diminta agunan. Nah, ini pekerjaan kami,” ujar Teten, dalam acara Halal Bihalal virtual.

Pemerintah Indonesia, diketahui telah menaikkan plafon KUR tanpa agunan untuk para UMKM sebesar Rp100 juta.

Pemerintah pada 4 Mei 2021, telah mengumumkan kenaikan plafon itu. Tak hanya itu, pemerintah juga memperpanjang subsidi bunga KUR sebesar 3 persen hingga Desember 2021.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah di tengah berbagai kondisi yang dihadapi UMKM. Teten mengungkapkan saat ini ada 500.000 UMKM yang gulung tikar imbas dari pandemi.

Selain itu, Teten juga mencatat belum banyak UMKM yang mengakses pembiayaan perbankan.

Porsi kredit UMKM di perbankan saat ini baru di kisaran 19,8 persen. Teten menyebut angka ini akan terus didorong karena presiden setuju porsinya naik bertahap jadi 30 persen sampai 2024.

Teten juga mengatakan pihaknya masih terus mendorong jumlah KUR yang bisa disalurkan perbankan.

Sejauh ini, angka maksimum penyaluran untuk setiap UMKM hanya Rp50 juta. Teten menilai angka ini hanya mengakomodir modal kerja.

Namun tidak cukup untuk membuat UMKM naik kelas. Maka dari itu, plafon maksimum penyaluran KUR pun kini sedang dinaikkan hingga ke level Rp20 miliar.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Terangkanlah Cover by Ansor Karangroto Genuk Semarang

Read Next

Tiga Pelaku Pengibaran Bendera RMS di Saparua Terancam Hukuman Seumur Hidup dan 20 Tahun Penjara