ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Jangan Main-main, OJK: Aset Kripto Bukan Pembayaran Sah

Jangan Main-main, OJK: Aset Kripto Bukan Pembayaran Sah

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/05/2021). Kekinian marak investasi di aset kripto (cryptocurrency), menanggapi hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan dini kepada investor.

Masyarakat, kata OJK, perlu tahu akan risiko perdagangan aset kripto yang dinilai tidak jelas underlying ekonominya.

Melalui laman Instagramnya, OJK mengingatkan terkait investasi kripto.

“Bagi yang belum tahu, aset kripto saat ini merupakan jenis komoditi, bukan sebagai alat pembayaran yang sah. OJK telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia @bank_indonesia sebagai otoritas pembayaran dan menyatakan bahwa mata uang kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia,” tulis OJK di akun Instagramnya.

Lebih lanjut, kata OJK, aset kripto masuk kedalam komoditas yang memiliki fluktuasi nilai yang sewaktu-waktu dapat naik dan turun sehingga masyarakat harus paham dari awal potensi dan risikonya sebelum melakukan transaksi aset kripto.

“OJK tidak melakukan pengawasan dan pengaturan atas aset kripto ya, melainkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan @bappebti @kemendag,” lanjutnya.

Merujuk kepada peraturan Bappebti No 5/2019, crypto asset yang selanjutnya disebut aset kripto adalah komoditi tidak berwujud yang berbentuk digital aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bacaan Surat Al Ikhlas Latin, Arab dan Artinya

Read Next

Cara Buat Selongsong Kupat dan Cara Masak Ketupat