ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Polisi Tangkap Debt Collector ‘Nakal’

Polisi Tangkap Debt Collector 'Nakal'

Konfirmasitimes.com-Jakarta (05/05/2021). Sepasang suami istri mengaku dipaksa turun ditengah jalan dan mobil yang dikendarai diambil oleh enam orang debt collector. Peristiwa ini terjadi di Minahasa, Sulawesi Utara pada Maret 2021.

Pasangan suami istri itu kemudian melapor ke Mako Polres Minahasa, Sulawesi Utara.

Tim Resmob Polres Minahasa langsung mencari komplotan debt collector tersebut dengan melacak keberadaan para pelaku berdasarkan ingatan korban akan wajah mereka.

“Mobil Truk, Isuzu warna putih dam truk. Dulu pernah menunggak, tapi kata tante saya sudah selesai masalahnya. Mungkin masih ada yang kurang,” ujar pelapor di YouTube Resmob Minahasa.

“Tidak apa-apa, mudah-mudahan kita bertemu dengan mereka ya,” jawab Polisi.

Pelapor menceritakan kasus sejak awal kepada anggota Resmob. Ternyata saat korban menunjukkan foto salah seorang debt collector, sosoknya sudah tidak asing lagi bagi polisi. Pelaku sebelumnya juga sudah pernah ditangkap polisi.

“Kami perlihatkan foto karena sudah pernah kejadian […] Ada Komandan di Polsek Remboken, coba lihat foto ini. Yang ini komandan pria ini,” ujar pelapor.

“Saya kenal ini orang, oh ini Toby. Toby Remboken ini pak Kanit. Tersangkanya kenal, sepertinya Toby yang pernah kita tangkap. Kita sudah di Boulevard mengarah ke sana,” kata seorang aparat.

Diketahui, kedua korban bukanlah pemilik dari mobil yang diambil paksa para debt collector. Mobil itu mereka pinjam dari tantenya. Berdasarkan cerita dari sang tante, mobil itu memang pernah menunggak satu bulan. Namun tunggakan itu sudah diselesaikan.

Saat para debt collector melakukan aksinya, korban sempat mengajak mereka berdialog di kantor polisi. Tetapi mereka menolak dan langsung tancap gas sembari membawa mobil tersebut.

“Setahu kita kalau di jalan tidak bisa merampas sembarangan begitu. Kita sudah bicara baik-baik walaupun kita pergi ke Polres. Kita ajak bicarakan di Polres, tapi mereka langsung bawa mobilnya. Mereka tinggalkan kami begitu saja,” ujarnya.

Tim Resmob Polres Minahasa segera menghubungi Polsek Remboken untuk mendapat informasi lebih mengenai pelaku. Pengejaran diperketat dan terus dilakukan. Rupanya dua orang pelaku sudah diamankan di sebuah polsek.

Petugas Resmob lantas menuju ke lokasi. Akhirnya diketahui pelaku berjumlah enam orang. Dua orang membawa mobil rampasan, sementara empat orang lainnya ada di mobil Senia yang berada di jalan di depan Polsek.

Petugas pun mendatangi mobil Senia tersebut. Namun pelaku langsung kabur tancap gas. Petugas sempat menembakan senjata api, tapi pelaku berhasil kabur.

Sementara dua orang pelaku lainnya yang berada di dalam Polsek dibawa keluar untuk dibawa tim Resmob.

“Bang bukan kita bang, bukan kita. Minta tolong bang. Jangan bang. Orang mereka cuma minta tolong ke kita. Masa kita yang kena jebak,” ucap salah seorang pelaku ke polisi.

“Siapa mereka itu? Iya kalian kan beramai-ramai begini. Kamu kan yang bawa mobil tadi,” kata salah seorang Polisi.

“Yosua. Satu kampung dengan saya, minta bantu ke kita. Ampun bang, maaf. Kasihan kita minta ampun,” kata pelaku.

Wanita pemilik mobil rupanya ada di Polsek. Wanita itu pun menceritakan didatangi oleh seseorang dan diminta membayar denda sebesar Rp80 juta.

“Yang bernama Erik datang, mereka datang beritahu ke saya. Ibu bayar dendanya baru saya berikan BPKB, Rp80 juta saya tidak mau bayar […] Kita ini bukan pencuri, saya tangan pertama nama asli,” kata Wanita itu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Khataman Pengajian Ramadhan dan Pembekalan Masa Liburan Santri

Read Next

Keutamaan Malam Ramadhan Ke-25