ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Obyek Wisata Langgar CHSE Bakal Kena Sanksi

Obyek Wisata Langgar CHSE Bakal Kena Sanksi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/05/2021). Bagi destinasi-destinasi wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, terutama terkait sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE), akan dikenakan sanksi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Hal itu ditegaskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, dalam “Extended Weekly Press Briefing” yang diselenggarakan secara hybrid pada Senin (03/05/2021) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta.

“Kami tidak segan-segan untuk merekomendasikan terhadap tempat wisata yang abai protokol kesehatan CHSE ini untuk dilakukan penutupan, jika terus berulang kali terjadi pelanggaran, maka dilanjutkan dengan rekomendasi pemberian denda-denda,” kata Menparekraf Sandiaga.

Tak hanya denda, Menparekraf melanjutkan pihaknya juga akan meninjau dan mereview dengan menangguhkan sertifikasi Indonesia Care yang sudah diterbitkan tersebut, termasuk di dalamnya sertifikasi CHSE.

Sandi mengatakan, pihaknya selalu memberi pesan yang sangat jelas dan lugas bagi seluruh pengelola destinasi wisata termasuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf), akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan ini dengan disiplin serta menjadi tanggung jawab bersama.

“Karena tidak mungkin tujuan mencegah penularan COVID-19 ini terlaksana meski pemerintah di satu sisi sangat gencar menyampaikan kampanye CHSE misalnya, tapi tidak didukung oleh pelaku Parekraf, maka tidak ada artinya, di sinilah pentingnya koordinasi yang intensif antar stakeholder terkait,” kata Sandi.

Dalam kesempatan yang sama Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, mengatakan keputusan pembukaan destinasi wisata sangat tergantung kepada keputusan pemerintah daerah (Pemda) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, untuk memberikan izin pembukaan operasional atau tidak. Salah satu syaratnya adalah penerapan Protokol Kesehatan CHSE itu.

“Pengawasan terkait ini tentunya ini sangat membutuhkan koordinasi dan sinergi serta kolaborasi dari Pemda, karena bagaimana pun Pemda-lah yang saat ini berada di garda terdepan sebab memiliki perangkat untuk melakukan pengawasan tersebut,” kata Fadjar Hutomo.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Gus Gaul Ngaji Kitab “Adabul ‘Alim wal Muta’allim” #22

Read Next

I’tikaf atau Nggembel di Masjid?