ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Lailatul Qadar, Keistimewaan dan Cara Meraihnya

Doa Sholat Tahajud yang Diajarkan Rasulullah SAW, Doa Hari Keempat Ramadhan,bacaan doa qunut nazilah, Bacaan Niat Dan Petunjuk Qadha Shalat Isya, Doa Setelah Sholat Taubat,Doa Setelah Sholat Tahajud, Sepuluh Amalan Bulan Dzulhijjah

Konfirmasitimes.com-Jakarta (03/05/2021). Lailatul qadar, malam seribu bulan yang dinanti umat muslim saat bulan ramadan.

Ada keistiwewaan di bulan Ramadhan, dimana terdapat malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan yang biasa disebut dengan malam lailatul qadar selain itu juga Allah telah memuliakan Al-Quran dimalam ini. Setiap orang berharap agar bertemu dengan malam indah tersebut karena itu malam yang lebih baik dari seribu bulan atau malam kemuliaan.

Bila seseorang mengerjakan kebaikan ibadah di malam itu, menurut perhitungan Syekh Abdul Halim Mahmud, seribu bulan (alfu syahrin) setara dengan 83 tahun 4 bulan yang merupakan umur standar manusia (dzalika ‘adah ‘umril insan). Beliau menulis:

“Seribu bulan adalah delapan puluh tiga tahun empat bulan. Itu merupakan standar umum umur manusia. Lailatul qadr (alfu syahrin) lebih baik dari umur manusia; dari umur setiap manusia, baik umur manusia di masa lalu maupun umur manusia di masa mendatang. Intinya, lailatul qadr lebih baik dari (usia) zaman.” (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ramadhan, h. 21)

Itu artinya lailatul qadar lebih mulia dan utama dari seluruh umur manusia, baik umur manusia di zaman dulu, zaman sekarang, maupun di zaman mendatang. Syekh Abdul Halim Mahmud bahkan mengatakan, “annaha khair minad dahr (lailatul qadar lebih baik dari usia zaman).” Penjelasan Syekh Abdul Halim Mahmud ini dikarenakan tidak adanya batasan pasti mengenai kebaikan dan kemuliaan lailatur qadar. Petunjuk yang diberikan Allah hanya kebaikannya melebihi seribu bulan.

Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menjelaskan terdapat beberapa amalan yang sangat dianjurkan di malam lailatul qadar. Ia menjelaskan:

“Kami riwayatkan dari sanad yang shahih dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata, ‘Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui lailatul qadar, apa yang bagus aku baca?’ Rasulullah menjawab, ‘Bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).

Cara meraih lailatul qadar

Di malam Lailatul Qadar Allah SWT melipatgandakan pahala. Berikut tips meraih malam seribu bulan dalam bulan Ramadhan ini:

Bangunlah Malam Hari

Para ulama menjelaskan, salah satunya adalah Yusuf Qaradawi yang mengatakan bahwa malam itu datang untuk semua orang yang benar-benar menginginkannya. Di malam itu kebaikan terbuka untuk siapa pun yang mencarinya. Rasulullah SAW bersabda,”Barang siapa yang melakukan shalat Isya’ berjamaah, seolah-olah ia berqiyam (bangun malam) di separuh malam. Dan barang siapa yang shalat shubuh berjamaah, seolah-olah ia melakukan di sepanjang malam tersebut.” (HR. Ahmad Muslim). Salah satu cara untuk meraih pahalanya adalah dengan shalat malam. Sebagaimana disebutkan dalam shahih Bukhari dari Abu Hurairah, “Barang siapa yang berqiyam di malam Al Qadar dengan penuh keimanan dan bersungguh-sungguh, maka telah diampunkannya apa yang telah lalu dari dosanya.” (HR. Bukhari).

Perbanyak Ibadah

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan berbagai amal ibadah secara yakin dan percaya kepada pahala yang disediakan Allah dan dengan secara ikhlas, maka Allah akan mengampunkan segala dosanya yang telah lalu.” Kita semua memang tidak tahu kapan malam itu akan datang. Ada ulama yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar itu bisa saja terjadi sejak dari awal masuknya bulan Ramadhan sampai akhir, namun kapan pastinya, Allah merahasiakannya. Dengan dirahasiakan itulah kita makin termotivasi untuk menghidupkan seluruh bulan Ramadhan dengan berbagai macam ibadah, seperti Tarawih, Tadarrus, shalat sunnah dan lain sebagainya.

Ada juga yang berpnedapat bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan (Madzhab Imam Syafi’i). Bahkan ada yang mengkhususkannya di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir. Tak sepatutnya kita sebagai umat Islam saling memperdebatkan kapan pastinya malam Lailatul Qadar itu akan terjadi. Namun yanmg jelas dan pasti, hanya terjadi di malam bulan Ramadhan, Allah merahasiaknnya.

Rajin Berdzikir

Syeikh Atiyah Saqr menganjurkan, hidupkanlah malam mulia itu dengan shalat, membaca Al Qur’an, berdzikir, beristighfar, dan berdoa dari terbenam matahari hingga terbit fajar. Hidupkanlah Ramadhan dengan bershalat Tarawih di dalamnya. Berkata Aisyah r.a,”Ya Rasulullah, di waktu Lailatul Qadar apakah yang harus aku lakukan?Katakanlah, Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka pada pengampunan, maka ampunilah aku.”

Panduan lengkap sholat wajib 5 waktu dan macam-macam sholat sunnah.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Doa Hari ke 21 Ramadhan

Read Next

Gus Gaul Ngaji Kitab “Adabul ‘Alim wal Muta’allim” #21