ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Harga Daging Sapi Brazil Naik, Apa Pengaruhnya Buat Indonesia?

Daging sapi - Unsplash

Konfirmasitimes.com-Jakarta (03/05/2021). Indonesia, salah satu negara yang masih bergantung akan daging impor daging dari Brazil. Baru-baru ini, Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara mengatakan harga daging sapi Brazil naik mencapai 20-30%.

Berdikari sendiri mengaku menerima perintah dari pemerintah untuk mengimpor 20 ribu ton daging sapi beku Brazil.

Sejauh ini yang sudah dipesan sekitar 2.200 ton.

“Kami di BUMN ada penugasan dari pemerintah, khususnya Berdikari, kita dapat tugas kuota 20.000 ton untuk daging sapi beku dari Brazil. Nah, memang harga daging sapi Brazil ini naik dibandingkan tahun lalu sekitar 20% sampai 30%,” ujar Harry Warganegara, dalam webinar yang tayang di saluran YouTube Seknas Media Channel, Senin (03/05/2021).

Harry mengungkapkan pihaknya akan mengoptimalkan sapi-sapi lokal. Pihaknya sudah mulai memobilisasi sapi lokal yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pihaknya bersama pemangku kebijakan, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian sudah turun ke lapangan.

“Kami dampingi karena dari segi kebijakan beliau adalah yang bisa mengambil kebijakan. Tapi dari segi bisnisnya tentu balik kepada kita private sector atau BUMN, sehingga kami Berdikari ada di depan untuk mobilisasi sapi lokal tersebut,” terang Harry.

Harry mengharapkan harga daging sapi yang dijual ke konsumen tetap berada di bawah harga eceran tertinggi yang dipatok Kementerian Perdagangan (Kemendag), yaitu Rp 130 ribu per kg.

“Memang walaupun ada kenaikan, ini seyogyanya harga eceran tertinggi pemerintah yang ditetapkan dari Kemendag Rp 130-135 ribu itu, itu masih jauh di atas harga-harga daging (sapi impor dari Brazil) tersebut,” kata Harry.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jadilah Santri Bermanfaat dan Bisa Mencerminkan Hasil Mengaji di Pesantren

Read Next

Haul Mbah Hambali Lasem Testimoni KH. Zaenul Ibad Jombang