ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Ledakan Petasan Hancurkan Dua Rumah Warga Desa Sidaurip Hingga Rusak Parah

Ledakan Petasan Hancurkan Dua Rumah Warga Desa Sidaurip Hingga Rusak Parah

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/05/2021). Lagi, kembali terjadi insiden petasan meledak. Kali ini kecelakaan itu terjadi di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah. Setidaknya dua rumah warga rusak parah imbas dari meledaknya bahan petasan pada Jumat (30/04/2021).

Insiden ledakan petasan tersebut membuat geger warga desa. Dua rumah milik Bani Dohan (29) dan Tasimin (50) rusak parah di bagian dinding hancur dan atap rumah.

Adapun dalam insiden ini tidak ada korban jiwa.

“Dugaan sementara ledakan itu terjadi karena bahan petasan yang disimpan di salah satu rumah yang tak berpenghuni. Kejadian itu kemarin sore, tiba-tiba terjadi ledakan yang cukup keras,” ujar Kasat Reskrim Polres Cilacap, AKP Rifeld Constantien Baba, dalam keterangannya, Sabtu (01/05/2021).

Sejauh ini, kata Rifeld Constantien Baba, pihaknya sudah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim identifikasi Polres Cilacap. Dalam olah TKP itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti.

“Selain mengamankan sejumlah barang bukti, kita juga telah memeriksa 8 saksi untuk dimintai keterangan,” terang Rifeld.

Polisi juga sampai sekarang masih melakukan pendalaman, termasuk apakah petasan itu untuk diedarkan atau digunakan sendiri.

Sebelumnya didaerah ponorogo juga terjadi ledakan yang memakan korban. Korban petasan itu, diduga Sunardi (26) dan Samuri (21) membuat petasan berukuran besar. Nahasnya petasan yang dibuat itu meledak.

Alhasil rumah mereka hancur, atap dan tembok rumahnya juga rusak.

Sunardi (26) dan Samuri (21) yang merupakan kakak beradik itu adalah warga Ponorogo.

Mereka ditemukan tewas di rumahnya usai petasan meledak.

Mengerikannya, dilaporkan salah satu potongan tangan dan kaki korban warga Desa/Kecamatan Sukorejo itu belum ditemukan.

Menurut keterangan warga setempat, ledakan terdengar hingga radius 5 KM dari rumah korban yang merupakan bengkel las. Bahkan saat diamati, bagian lantai dua rumah korban hancur akibat kejadian ini.

“Kejadiannya sekitar pukul 21.30 WIB,” kata Kapolsek Sukorejo AKP Beny Hartono, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (28/04/2021) dini hari.

Hasil olah TKP menunjukkan kedua korban sedang membuat petasan dari bahan paralon berukuran 4 dim di bagian lantai dua rumahnya. Rencananya, petasan digunakan untuk merayakan Idul Fitri yang tinggal menghitung hari.

Malangnya, saat meracik, tiba-tiba petasan yang dibuat meledak. Dan membuat keduanya terpental sejauh 10 meter dari rumahnya. Sunardi ditemukan tewas di tempat. Bahkan kaki dan tangannya belum ditemukan.

Sedangkan, Samuri yang sempat mendapat perawatan medis pun juga tidak tertolong. Saat insiden, kedua orang tua korban Soimin dan Misnatun sedang berada di masjid.

“Saking kerasnya ledakan petasan, selain mengenai kedua korban, rumah mereka hancur. Bahkan rumah tetangganya juga terdampak,” kata Beny.

Olah TKP pun sementara dihentikan mengingat kondisi malam dan gelap membuat petugas kesulitan. Selain itu, bagian lantai dua rumah korban rapuh membahayakan petugas.

Sementara itu, menurut keterangan Kades Sukorejo Supriyanto, usai kejadian kedua jenazah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi di RSUD dr Harjono Ponorogo.

“Kedua jenazah sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Supriyanto.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Demo Buruh; Hindari Jalan Ini, Bakal Tutup Hingga Jam 7 Malam

Read Next

Jum’at Berkah Berbagi Takjil Bersama Kopkar PBNU